Berita, Nasional

Nanik S Deyang Tidak Terseret Korupsi Badan Gizi, Pengamat Minta Presiden Prabowo Tetap Awasi Kinerja Kepala BGN Baru

Repelita.net

06 June 2026 20:43 WIB • 835 view

Nanik S Deyang Tidak Terseret Korupsi Badan Gizi, Pengamat Minta Presiden Prabowo Tetap Awasi Kinerja Kepala BGN Baru
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Publik menyoroti tidak terseretnya Nanik S Deyang dalam pusaran kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis yang telah menjerat pimpinan Badan Gizi Nasional lainnya.

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.

ADVERTISEMENT

Analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai status Nanik yang tidak ikut terseret kemungkinan besar disebabkan oleh masa kerjanya yang tergolong baru di lembaga tersebut.

"Ada pertanyaan juga di masyarakat ini kenapa Naniknya enggak kena ya, kan gitu, yang tiga sudah masuk gitu ya, kalau saya sih positif thinking aja karena dia paling belakangan juga masuknya," ungkap Hendri dalam tayangan YouTube tvOne pada Jumat (5/6/2026).

Selain itu, ia berpendapat bahwa Nanik memiliki loyalitas personal yang kuat kepada Presiden Prabowo Subianto sehingga mampu menjaga integritas selama menjalankan tugasnya.

"Dia tegak lurus ke Pak Prabowo, sehingga dia bisa menjaga marwah itu," imbuh Hendri.

Nanik dijadwalkan akan dilantik sebagai Kepala BGN yang baru oleh Presiden pada Senin (8/6/2026) mendatang.

Sebelumnya, tersangka Sony Sanjaya sempat memberikan ucapan selamat atas jabatan baru Nanik melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @sonysanjayabd pada Rabu (3/6/2026).

Dalam surat tersebut, Sony menuliskan: "Kepada Yth: Ibu Nanik S Deyang. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yang diberikan kepada saya".

Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika, Agung Baskoro, menekankan bahwa Presiden Prabowo harus tetap melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja Nanik ke depannya.

Agung menyoroti bahwa pemilihan Nanik sebagai Kepala BGN lebih didasarkan pada kedekatan personal dan politik ketimbang pertimbangan teknokratis semata.

Ia mengingatkan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan proyek utama Presiden yang memerlukan transparansi dan akuntabilitas tinggi dalam pengelolaan anggaran jumbo.

"Sehingga ini bisa menjadi masukan juga bagi Presiden untuk memonitor kinerja dari Mbak Nanik gitu ya. Apakah memang sudah sesuai tupoksinya? Apakah mampu memainkan peran untuk memastikan kualitas itu bisa tercapai gitu," tegas Agung dalam wawancara di program ON FOCUS, Kamis (4/6/2026).

Transparansi dalam penggunaan anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah menjadi kunci agar masyarakat tidak lagi merasa khawatir terhadap jalannya program tersebut.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung