Berita, Nasional

Nama Yusril Tercantum dalam Buku Islam ala Prabowo, Ia Tegaskan Bukan Penulis Serta Siap Pertanggungjawabkan Secara Akademik

Repelita.net

08 September 2026 19:32 WIB • 427 view

Nama Yusril Tercantum dalam Buku Islam ala Prabowo, Ia Tegaskan Bukan Penulis Serta Siap Pertanggungjawabkan Secara Akademik
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, serta Pemasyarakatan yakni Yusril Ihza Mahendra memberikan penjelasan resmi terkait polemik literatur yang sedang hangat diperbincangkan.

Klarifikasi tersebut disampaikan guna meluruskan berbagai spekulasi di tengah masyarakat mengenai status keterlibatannya dalam penyusunan buku bertema khusus yang mengangkat pemikiran keagamaan pemimpin negara.

ADVERTISEMENT

Pejabat tinggi kabinet tersebut menegaskan secara tegas bahwa dirinya sama sekali bukanlah pihak yang merangkap sebagai penulis utama dalam penerbitan karya literatur kontroversial itu.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam proyek penulisan buku tersebut murni hanya sebatas memberikan berbagai keterangan penting sebagai narasumber yang dimintai pandangan profesionalnya.

Saya tidak menulis buku itu, saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya, kata Yusril saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Proses pengambilan data dan wawancara tersebut ternyata sudah berlangsung jauh hari sebelum dirinya resmi dilantik sebagai salah satu menteri dalam jajaran Kabinet Merah Putih.

Bahkan, ia mengaku sudah tidak lagi mengingat secara persis identitas pihak yang mewawancarainya karena rentang waktu kejadian yang sudah berlalu cukup lama.

Setelah meninjau isi bacaan tersebut secara menyeluruh, ia menyatakan bahwa kutipan pandangan yang dicetak dalam buku itu sesuai dengan gagasan aslinya.

Saya baru membaca buku itu secara utuh sampai selesai, apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut merupakan pandangan saya dan tentu dapat saya pertanggungjawabkan secara akademik, tuturnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pihak penerbit tidak pernah meminta izin secara khusus terkait pencantuman namanya ke dalam bagian daftar hak cipta karya tulis tersebut.

Meskipun demikian, dirinya memilih untuk tidak memperpanjang permasalahan administratif tersebut karena substansi gagasan yang dimuat dinilai tidak menyimpang dari prinsip keilmuannya.

Saya tidak keberatan pandangan tersebut dimuat dan saya siap mempertanggungjawabkannya secara akademik, ucap Yusril mempertegas posisinya.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak terburu-buru memberikan penilaian hanya berdasarkan sensasi judul sampul luar buku semata.

Ia menyarankan agar pembaca mau meluangkan waktu untuk menelaah isi keseluruhan secara mendalam guna menghindari kesalahpahaman dan perdebatan yang tidak berdasar di ruang publik.

Saya kira kita perlu membiasakan diri membaca dan memahami substansinya terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian, jangan sampai kita hanya berdebat mengenai judul, sementara isi bukunya sendiri belum pernah dibaca dengan saksama, ungkapnya.

Buku yang memuat ulasan mengenai pola kehidupan beragama kepala negara tersebut sebelumnya diluncurkan dalam rangkaian agenda resmi lembaga amil zakat nasional pada tahun lalu.

Inisiatif peluncuran karya tulis tersebut digagas oleh sejumlah tokoh penting parlemen serta pimpinan majelis ulama guna memberikan gambaran mengenai sisi religius sang pemimpin nasional.

Dengan adanya penjelasan komprehensif ini, status keterlibatan pejabat hukum tersebut kini telah menjadi terang dan dapat dipahami secara proporsional oleh masyarakat luas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung