Berita, Nasional

Muslim Arbi Sebut Haji Isam Punya Kapasitas Finansial Kuat untuk Akuisisi BCA

Repelita.net

28 September 2026 20:40 WIB • 116 view

Muslim Arbi Sebut Haji Isam Punya Kapasitas Finansial Kuat untuk Akuisisi BCA
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Isu mengenai pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, yang disebut-sebut berpotensi mengakuisisi PT Bank Central Asia Tbk terus bergulir di tengah publik.

Topik hangat tersebut mendapat tanggapan langsung dari pemerhati masalah hukum serta politik, Muslim Arbi, saat memberikan keterangan kepada para awak media pada Senin, 28 September 2026.

ADVERTISEMENT

Menurut Muslim Arbi, peluang bagi sosok pengusaha besar tersebut untuk mengambil alih kepemilikan bank swasta raksasa di tanah air bukan suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Dasar utamanya karena institusi keuangan tersebut merupakan sebuah perusahaan terbuka yang seluruh sahamnya aktif diperdagangkan melalui mekanisme resmi Bursa Efek Indonesia.

Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya perubahan struktur kepemilikan secara legal lewat aturan pasar modal yang berlaku apabila didukung kesiapan finansial yang matang.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Muslim Arbi ketika diwawancarai oleh para wartawan pada hari Senin tanggal 28 September 2026.

Dalam keterangannya, beliau menyatakan bahwa Haji Isam sangat potensial membeli BCA.

BCA sendiri merupakan perusahaan terbuka dan dengan harta yang dimilikinya, Haji Isam sangat mampu membeli BCA.

Lebih lanjut, Muslim Arbi menjelaskan bahwa potensi besar tersebut tidak sekadar diukur dari besaran kepemilikan kekayaan pribadi yang dimiliki oleh sang pengusaha.

Namun, faktor penentu lainnya terletak pada kemampuan kelompok usaha yang dipimpinnya dalam mengembangkan lini bisnis, mengelola aset, serta melakukan perluasan skala besar.

Pengusaha yang mempunyai jaringan bisnis sangat luas tentu memiliki berbagai macam alternatif pilihan untuk merealisasikan sebuah transaksi korporasi berukuran jumbo.

Pilihan tersebut dapat dimulai dari pemanfaatan kas internal perusahaan, pembentukan konsorsium, menjalin kemitraan strategis, hingga skema pembiayaan perbankan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Muslim Arbi saat mengulas rekam jejak ekspansi bisnis kelompok usaha milik tokoh asal Kalimantan Selatan tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa kalau kita melihat perjalanan bisnis Haji Isam, ekspansinya sudah merambah berbagai sektor.

Hal ini menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan usaha dalam skala besar.

Akuisisi perusahaan besar tidak selalu harus dilakukan dengan uang pribadi secara keseluruhan, tetapi bisa melalui berbagai skema pembiayaan dan kerja sama bisnis yang sah.

Di samping itu, langkah masuknya konglomerat ke dalam industri perbankan juga dapat dibaca sebagai bagian dari strategi diversifikasi korporasi jangka panjang.

Sektor perbankan memiliki posisi yang sangat vital untuk menopang pelbagai kegiatan ekonomi riil seperti industri manufaktur, perdagangan, perkebunan, dan pertambangan.

Pernyataan lengkap mengenai strategi bisnis tersebut disampaikan oleh Muslim Arbi dalam sesi wawancara dengan para awak media.

Beliau menuturkan bahwa kalau seorang pengusaha memiliki bisnis di berbagai sektor, memiliki bank tentu bisa menjadi bagian dari strategi pengembangan ekosistem bisnisnya.

Namun, tentu saja harus memenuhi seluruh ketentuan perbankan, termasuk persyaratan kepemilikan, permodalan, dan persetujuan regulator.

Perbincangan hangat mengenai isu pengambilalihan saham bank swasta terbesar ini pertama kali mencuat di tengah masyarakat melalui berbagai perbincangan di media sosial.

Spekulasi publik kian meningkat setelah kelompok usaha milik sang pengusaha dikabarkan gencar melakukan ekspansi bisnis termasuk rencana pembelian saham PT Bayan Resources Tbk.

Sebagai catatan, institusi keuangan swasta tersebut memegang rekor sebagai emiten dengan nilai kapitalisasi pasar tertinggi di bursa saham nasional.

Berdasarkan data perdagangan per akhir pekan lalu, nilai kapitalisasi pasar bank tersebut bahkan menyentuh angka ratusan triliun rupiah.

Besarnya nilai kapitalisasi pasar tersebut secara otomatis menuntut ketersediaan sumber pendanaan yang luar biasa besar bagi pihak mana pun yang berniat mengambil alih kendali.

Walaupun demikian, nilai kapitalisasi pasar tidak selalu sama persis dengan besaran dana aktual yang harus dikeluarkan dalam proses transaksi pengambilalihan kepemilikan.

Dalam mekanisme aksi korporasi, besaran dana yang harus dibayarkan sangat bergantung pada porsi saham yang diincar, harga penawaran, serta berbagai persyaratan lain.

Terkait tantangan nilai transaksi yang sangat tinggi, Muslim Arbi memberikan pandangan objektifnya kepada para jurnalis yang meliput.

Beliau berpendapat bahwa besarnya nilai BCA memang menjadi tantangan tersendiri, tetapi tidak serta-merta menutup kemungkinan terjadinya transaksi apabila terdapat kesiapan finansial dan struktur pembiayaan yang memadai.

Beliau menambahkan bahwa yang harus dilihat bukan hanya berapa besar uang yang dimiliki seseorang hari ini, tetapi juga bagaimana kapasitasnya mengorganisasi modal, membangun kemitraan, dan menyusun transaksi.

Dalam dunia bisnis, akuisisi perusahaan besar bisa melibatkan banyak instrumen keuangan dan investor.

Kendati demikian, kapasitas finansial yang kuat harus dibedakan secara tegas dengan kepastian hukum terlaksananya sebuah transaksi bisnis berskala masif.

Setiap calon investor yang berkeinginan mengambil alih institusi perbankan diwajibkan untuk mematuhi regulasi ketat, menjaga kesehatan permodalan, serta memastikan kelangsungan operasional.

Selama ini, figur Haji Isam dikenal luas masyarakat lewat bendera Jhonlin Group yang membawahi berbagai sektor industri mulai dari pertambangan hingga properti.

Berdasarkan catatan pemberitaan media massa, sejumlah emiten terbuka yang terafiliasi dengan keluarga besar sang pengusaha meliputi JARR, TEBE, PGUN, serta PACK.

Estimasi nilai pasar dari kepemilikan saham pada berbagai emiten terbuka tersebut diperkirakan mencapai angka puluhan triliun rupiah berdasarkan harga penutupan bursa.

Kendati demikian, angka tersebut murni merepresentasikan nilai pasar saham publik dan belum mencakup keseluruhan aset dari unit usaha non-publik yang dikelolanya.

Banyaknya perusahaan dalam naungan kelompok usaha tersebut berstatus sebagai entitas tertutup sehingga nilai keseluruhan asetnya sulit dihitung secara transparan.

Situasi tersebut membuat total kekayaan bersih milik sang pengusaha tidak dapat dipastikan secara mutlak lewat data keterbukaan informasi publik.

Walau demikian, jaringan korporasi yang begitu luas sudah cukup memberikan gambaran nyata mengenai kapasitas manajerial yang dimilikinya.

Pengalaman panjang dalam mengelola organisasi berskala masif dinilai menjadi modal berharga ketika merambah sektor industri baru yang belum pernah disentuh.

Poin penting tersebut ditekankan kembali oleh Muslim Arbi saat menilai rekam jejak ekspansi sang pengusaha.

Beliau mengungkapkan bahwa pengalaman membangun bisnis dari berbagai sektor tentu memberikan bekal tersendiri.

Ada kemampuan mengelola organisasi, mengembangkan jaringan, mencari pendanaan, dan membaca peluang ekonomi.

Faktor-faktor seperti ini yang membuat nama Haji Isam menarik ketika dikaitkan dengan kemungkinan ekspansi ke sektor perbankan.

Di luar isu perbankan, langkah ekspansi paling nyata yang sedang ditempuh kelompok usaha tersebut adalah rencana pengambilalihan sebagian saham perusahaan milik Low Tuck Kwong.

Melalui salah satu anak usahanya, pihak Jhonlin Group telah meneken perjanjian jual beli bersyarat untuk mencaplok sekitar tiga puluh persen saham PT Bayan Resources Tbk.

Dokumen perjanjian penting tersebut resmi ditandatangani pada tanggal 16 September 2026 dan langsung disebarluaskan kepada publik sehari berselang.

Berdasarkan harga pasar pada saat penandatanganan kesepakatan, nilai nominal saham yang menjadi obyek transaksi tersebut diperkirakan mencapai angka ratusan triliun rupiah.

Bagi Muslim Arbi, rencana aksi korporasi tersebut merupakan bukti konkret dari agresivitas ekspansi yang sedang dijalankan oleh kelompok usaha tersebut.

Di tengah riuhnya rumor kepemilikan bank yang beredar di ranah publik, pihak manajemen bank swasta tersebut akhirnya memberikan penjelasan resmi.

Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, dengan tegas membantah kebenaran informasi yang beredar di media sosial.

Klarifikasi resmi tersebut disampaikan langsung oleh Hera F. Haryn kepada para awak media pada hari Jumat, 25 September 2026.

Beliau menyampaikan bahwa menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Manajemen juga mengimbau kepada seluruh nasabah serta masyarakat luas agar senantiasa merujuk pada saluran komunikasi resmi perusahaan demi menghindari informasi sesat.

Pihak bank memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional senantiasa berpedoman pada prinsip kehati-hatian serta kepatuhan terhadap regulasi perbankan nasional.

Pernyataan bantahan resmi dari manajemen tersebut juga disiarkan secara serentak melalui berbagai jaringan portal berita ekonomi terkemuka pada tanggal yang sama.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, dapat dipastikan bahwa rumor akuisition yang melibatkan nama besar pengusaha asal Kalimantan Selatan tersebut belum memiliki dasar valid.

Kendati demikian, Muslim Arbi menilai perbincangan seputar potensi ekspansi konglomerasi lokal tetap memberikan pelajaran menarik mengenai dinamika ekonomi nasional saat ini.

Fenomena pergerakan modal besar menuju sektor strategis senantiasa menjadi objek kajian yang layak dicermati dari sudut pandang tata kelola perusahaan.

Sebagai penutup pandangannya, Muslim Arbi menyatakan bahwa pada akhirnya, apakah Haji Isam benar-benar akan membeli BCA atau tidak, itu sepenuhnya bergantung pada keputusan bisnis dan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.

Tetapi dari sisi kapasitas bisnis dan jaringan usaha, tidak berlebihan jika namanya masuk dalam pembicaraan mengenai pengusaha yang memiliki potensi melakukan ekspansi besar. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung