Berita, Internasional

Musisi Amerika Kid Rock Tolak Ungkapan Satu Bangsa di Bawah Muhammad dalam Kampanye Trump

Repelita.net

12 October 2026 16:59 WIB • 113 view

Musisi Amerika Kid Rock Tolak Ungkapan Satu Bangsa di Bawah Muhammad dalam Kampanye Trump
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan terbuka dari seorang seniman musik asal Negeri Paman Sam mengenai pandangan religiusitas dan prinsip kebangsaan di negaranya kini tengah menjadi sorotan luas di ranah digital.

Figur publik tersebut secara lugas menyuarakan penolakan terhadap frasa tertentu yang berkaitan dengan penamaan tokoh agama dalam ikrar kebangsaan wilayahnya.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai gejolak opini publik internasional ini bersumber dari sebuah unggahan oleh akun @tasawufcenter pada 11 Oktober 2026.

Akun tersebut menuliskan, "Musisi asal Amerika Serikat, Kid Rock, melontarkan pernyataan tegas dengan menolak ungkapan “Satu Bangsa di Bawah Muhammad”. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan selalu menjadi “Satu Bangsa di Bawah Tuhan” (One Nation Under God). Pernyataan tersebut menyoroti pandangannya tentang identitas nasional dan keyakinan agama di Amerika Serikat."

Penyampaian argumentasi tersebut diketahui berlangsung di tengah hiruk-pikuk panggung orasi politik menjelang pelaksanaan pesta demokrasi di wilayah setempat.

Konteks pembicaraan tersebut dinilai sengaja digulirkan guna menarik simpati basis massa kelompok sayap kanan dalam sirkulasi kampanye elektoral.

Dalam ruang interaksi digital yang sama, terdapat tambahan pembuktian keabsahan ucapan yang disoroti oleh akun @harzaadrian saat menanyakan kebenaran info pada sistem kecerdasan buatan.

Sistem tersebut merespons, "Ya benar, tapi konteksnya di panggung kampanye. Kid Rock memang bilang itu saat buka rally Trump di Clarksville, Tennessee Sabtu kemarin: "We are not, and we will never be, one nation under Mohammed, because we are, and we always will be, one nation under God""

Adanya pemaparan narasi panggung politik luar negeri tersebut langsung memantik pusaran tanggapan kontras serta polemik dari kalangan masyarakat netizen.

Warganet pertama dengan nama akun nasutionbudierwinsyah menegaskan ketidakpeduliannya atas pandangan yang keluar dari figur non-Muslim tersebut.

Ia menuliskan, "Ummat Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam tdk Butuh Perkataan KID ROCK ☝️ wOng Sampean Bukan Islam"

Tidak hanya penolakan, keheranan mengenai relevansi materi pidato sang musisi juga dipertanyakan karena dirasa tidak memiliki dasar historis yang nyata.

Pertanyaan mendasar mengenai ketiadaan klaim sepihak dari pihak internal umat beragama tersebut dilontarkan oleh akun damanik001.

Ia menuliskan, "Memang Muhammad minta Amerika dibawah nya ? Dimana Nabi Muhammad mengatakan itu ?"

Sentimen keagamaan yang mengarah pada pengingatan akan sifat kemandirian sang pencipta turut disuarakan oleh warga digital lainnya.

Pernyataan spiritual mengenai kebutuhan mutlak makhluk hidup terhadap penciptanya dituliskan oleh akun u_wixyudhistira20.

Ia menuliskan, "Emang Allah Rugi. Allah ngak butuh dirimu tapi dirimu yg butuh Allah"

Di sisi lain, muncul pula komentar miring bernada sarkasme yang menyindir potensi penyimpangan perilaku sosial apabila sebuah kelompok tertentu mendominasi wilayah tersebut.

Sindiran tajam mengenai asumsi negatif kedatangan kelompok imigran tertentu dituliskan oleh akun binggo177.

Ia menuliskan, "Mantapsss nanti kalo kadrun masuk situ jadi kang cabul dan koruptor"

Meskipun memicu riak perdebatan, penjelasan bijak mengenai kodrat keragaman persebaran keyakinan di belahan dunia justru dipaparkan oleh seorang tokoh agama digital.

Pandangan teduh mengenai keindahan keberagaman hidup antarumat beragama di muka bumi disampaikan oleh akun ustadzmiftah_cool.

Ia menuliskan, "Iya benar sekali. Imam An-Nawawi dalam syarah Muslim menyebutkan sudah menjadi sunnatullah bahwa Muslim itu lebih banyak di Asia dan umat selain Muslim berada di Eropa maupun Barat. Kehidupan lebih asyik dengan berbeda-beda keyakinan gak melulu Islam agar dunia lebih beragam dan berwarna."

Penegasan mengenai prinsip dasar ketuhanan yang universal juga disetujui sebagai hal yang lumrah dalam tatanan kenegaraan global manapun.

Pernyataan rasional mengenai kebenaran mutlak kekuasaan tertinggi di dunia disampaikan secara lugas oleh akun solitary.shells.

Ia menuliskan, "Gak ada negara didunia ini dibawah nabi muhammad, justru yg lu bilang itu bener, dibawah satu tuhan 🤣"

Tanggapan terakhir justru menganalisis motif politik di balik kemunculan isu sensitif yang dinilai sengaja dipakai sebagai taktik pengalihan perhatian publik.

Kritik mendalam terhadap strategi politik kelompok konservatif menjelang pemilu legislatif tersebut diungkapkan oleh akun yudhi.hendarsin.

Ia menuliskan, "Bah, classic Right Wingers yg panik karena midterms election sudah dekat. Ngalihin fokus ke islamophobia daripada masalah2 yg krusial; perang, harga2 sembako dan BBM, masalah healthcare , pendidikan." (*)

Editor: 91224 R-ID Elok




View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung