Berita, Viral Sosmed

MUI dan BAZIS Disorot, Frasa “Islam Ala...” Dinilai Bermasalah Secara Makna dan Independensi Institusi

Repelita.net

05 September 2026 15:17 WIB • 512 view

MUI dan BAZIS Disorot, Frasa “Islam Ala...” Dinilai Bermasalah Secara Makna dan Independensi Institusi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Unggahan yang dibagikan melalui akun @BosPurwa pada tanggal 4 September 2026 menuai perbincangan luas di tengah warganet.

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @BosPurwa yang menyoroti polemik frasa keagamaan serta netralitas lembaga amil zakat.

ADVERTISEMENT

Dalam postingan itu, pemilik akun menyampaikan kritik tajam dengan menuliskan kalimat Innalillahi.. ampyun dah!

Frasa "Islam ala..." secara epistemologis sdh ngaco secara makna, MUI sama BAZIS pulak yg gak etis klo diliat independensi institusi.

Beragam tanggapan kritis turut memadati kolom balasan dari para pengguna media sosial lainnya yang menyoroti dinamika sosial keagamaan saat ini.

Salah satu tanggapan datang dari akun @PrasetyoAg18064 yang membandingkan fenomena penamaan corak keagamaan dari masa ke masa.

Komentar tersebut berbunyi Dulu ada islam nusantara... skrg islam ala prabowo... besuk lagi islam apa ya ??.

Pendapat serupa juga dilontarkan oleh akun @SoniSuhermanS

yang menyoroti sikap para pemuka agama serta tokoh publik di tanah air.

Tanggapan itu menyatakan Negeri bobrok ulama banyak bobrok, ada banyak ulama penjilat, ada ulama pendukung gubernur yang ditanggkap KPK tetap eksis tanpa malu, ada ulama yang memuji guru aneh yang sebelumnya dikritik dia, banyak yang aneh di negeri ini.

Kritik pedas mengenai pengelolaan dana keagamaan turut diungkapkan oleh akun @Pak_Doang melalui kolom balasan terpisah.

Pernyataan tersebut berbunyi Najissssssss....Jual agama buat menjilat.

Sumpahhhhhh gak akan pernah zakat ke BAZNAS, mending langsung saya kasih ke tetangga yg fakir.

Duit zakat dibuat bikin buku.

Sementara itu, akun @Bobotoh_Gaza memberikan tanggapan singkat bernada satir menanggapi polemik perbincangan hangat tersebut.

Komentar yang dituliskan pada utas tersebut adalah Jangan aneh, ini sdh termasuk tanda2 Akhir Bulan 😅.

Analisis terkait pragmatisme politik disampaikan oleh akun @Ay09359469 yang menyoroti motivasi di balik berbagai kebijakan publik.

Ulasan tersebut berbunyi seandainya tdk di angkat jadi pejabat apakah mereka akan tetap melakukan itu? POLITIK itu lebih kpd kepentingan drpd ketulusan..Transaksional.. Keputusan politik kerap lahir dari kompromi antar kepentingan, bukan semata niat tulus beramal. realitas pragmatis yg sering terjadi.

Tanggapan kritis lainnya turut disampaikan oleh akun @BMudiono yang menyoroti kutipan kalimat sambutan dalam kegiatan keagamaan resmi.

Komentar tersebut menyatakan “Menjadikan momentum penting bagi umat islam” ya Allah begini banget.

Akun @edi_muchlis turut menyuarakan keprihatinannya melalui balasan yang menyoroti pergeseran istilah keagamaan di ruang publik.

Pernyataan itu berbunyi Na'udzubillah min dzalik...

Dulu Islam NUsantara, nah sekarang ada lagi ala-Prabowo.

Alhamdullah nya tidak ada tokoh dari MU, MU memang beda, istiqanah 👍.

Sorotan terhadap kepemimpinan nasional serta isu sensitif turut diangkat oleh akun @PiCoinWallet dalam utas diskusi tersebut.

Komentar tersebut berbunyi Apakah manusia manusia ini telah lupa? bagaimana Allah memusnahkan kaum nabi luth.

Sadar lah wahai manusia azab Allah sangat pedih.

Janganlah membiarkan pemimpin kalian dipimipin oleh seorang Boti /Lgbt penyuka sesama jenis.

Astaghfirullah.

Diskusi diakhiri dengan pandangan dari akun @SekarIzza yang menyinggung inkonsistensi kebijakan pemerintah terhadap masyarakat luas.

Pernyataan tersebut berbunyi Katanya nilai2 Islam menjadi dasar pengambilan keputusan.....kocak! Tuh pajak haram dalam Islam, pemerintah malah gila²an mungut pajak dari rakyat ga peduli kondisi rakyat pula.

Yang lain masih banyak...Islam siapa yg dipakai?.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung