Berita, Nasional

Momen Hari Lahir Pancasila, Megawati Soekarnoputri Pilih Berjalan di Belakang Gibran Rakabuming Raka, Gestur Prabowo Subianto Ajak Sejajar Jadi Sorotan

Repelita.net

01 June 2026 23:10 WIB • 998 view

Momen Hari Lahir Pancasila, Megawati Soekarnoputri Pilih Berjalan di Belakang Gibran Rakabuming Raka, Gestur Prabowo Subianto Ajak Sejajar Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Momen menarik tertangkap kamera dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Senin, 1 Juni 2026.

Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, tampak memilih posisi berjalan di belakang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninggalkan lokasi.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan tayangan video dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, terlihat Presiden Prabowo Subianto berjalan bersama Megawati dan Gibran keluar dari gedung.

Megawati yang mengenakan busana berwarna merah tetap konsisten mengambil langkah di belakang Gibran yang tampil dengan setelan jas hitam.

Presiden Prabowo sempat menunjukkan gestur mengajak Megawati untuk berjalan sejajar di sampingnya saat hendak menghadap komandan upacara.

Namun, Megawati tampak menolak ajakan tersebut dan memilih untuk tetap berada di posisi semula hingga rangkaian upacara dimulai.

Dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo tersebut, sang Kepala Negara menyampaikan pidato terkait arah pembangunan ekonomi nasional.

Prabowo menyoroti persoalan keadilan sosial dalam distribusi pertumbuhan ekonomi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, tutur Presiden.

Ia menegaskan pentingnya bagi seluruh elemen bangsa untuk bersikap objektif dan mengakui kendala yang masih menghambat pemerataan kesejahteraan rakyat.

Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri.

Kita mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, ucapnya di hadapan para hadirin.

Presiden menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan bermakna tanpa dirasakan dampaknya secara adil oleh masyarakat luas.

Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh.

Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata?

Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?

Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi, pungkasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung