Berita, Timur Tengah

Mojtaba Khamenei Muncul Peringatkan AS dan Israel: Agresor Kriminal Tidak Akan Lolos dari Hukuman

Repelita.net

10 April 2026 14:51 WIB • 1,175 view

Mojtaba Khamenei Muncul Peringatkan AS dan Israel: Agresor Kriminal Tidak Akan Lolos dari Hukuman
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei akhirnya muncul ke hadapan publik usai santer dirumorkan dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.

Ia menyampaikan bahwa pihak Iran tidak memulai perang, namun akan mempertahankan hak-haknya sebagai negara berdaulat dan siap merespon jika serangan kembali terjadi dari pihak mana pun.

ADVERTISEMENT

Khamenei juga menyoroti negosiasi yang akan berlangsung di Pakistan dengan menyatakan Iran akan menempuh jalur diplomasi secara serius.

Namun ia memperingatkan bahwa pihaknya tetap dalam posisi siaga penuh menyusul kemungkinan serangan dadakan dari Israel dan Washington kapan saja.

Dalam negosiasi nanti, Iran akan menuntut kompensasi atas kerusakan infrastruktur akibat perang serta pertanggungjawaban atas seluruh korban jiwa.

Ia menegaskan tidak akan membiarkan pihak yang menyerang wilayah Iran lolos dari hukuman tanpa proses hukum yang adil.

"Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos dari hukuman. Kami akan menuntut ganti rugi atas semua kerusakan, serta darah para martir dan yang terluka,” tegas Khamenei yang disiarkan melalui stasiun televisi pemerintah Iran.

Terkait Selat Hormuz, Khamenei menyebut jalur pelayaran strategis tersebut akan memasuki fase baru tanpa menjelaskan detail lebih lanjut kepada publik.

Selat ini menjadi titik krusial dalam negosiasi karena perannya sebagai jalur utama energi global yang menghubungkan produsen minyak dengan pasar dunia.

Iran sendiri saat ini membuka kembali sebagian akses pelayaran di Selat Hormuz setelah sebelumnya ditutup selama konflik berlangsung.

Namun muncul wacana bahwa Teheran akan mengenakan tarif bagi kapal-kapal yang melintas sebagai bagian dari upaya pendanaan rekonstruksi pasca perang.

Sebelumnya, Pakistan mengumumkan bahwa negosiasi damai akan berlanjut pekan ini usai tercapainya gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat.

Proposal dari kedua negara menjadi perhatian dunia karena akan menjadi penentu tercapainya kedamaian di kawasan Timur Tengah.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa kedua negara telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku segera dalam seluruh wilayah konflik termasuk di Lebanon.

Ia juga mengonfirmasi bahwa Pakistan akan menjadi lokasi perundingan lanjutan antara kedua pihak yang bertikai.

Iran dan Amerika Serikat diundang untuk hadir dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026.

Negosiasi pada hari itu dilakukan guna mencapai kesepakatan final yang menyelesaikan seluruh perselisihan antara Washington dan Teheran.

Namun gencatan senjata tersebut hampir saja batal karena aksi militer yang dilancarkan oleh Israel di Lebanon.

Diketahui Israel melancarkan serangan paling intens ke Lebanon yang menewaskan ratusan orang di tengah masa gencatan senjata dua minggu.

Menurut laporan yang beredar, sedikitnya lima ledakan besar juga mengguncang wilayah dari Beirut ibu kota Lebanon.

Lebanon melaporkan sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 orang mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.

Serangan ini menjadi yang paling mematikan sejak konflik dimulai pada awal Maret lalu antara berbagai pihak.

Iran beranggapan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani mencakup wilayah Lebanon sebagai bagian dari perjanjian.

Sementara Amerika Serikat dan Israel menegaskan sebaliknya bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut perbedaan interpretasi ini sebagai kesalahpahaman dalam proses negosiasi yang kompleks.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung