Repelita Jakarta - Budayawan terkemuka, Mohamad Sobari, melontarkan kritik keras dan tajam terkait pesan moral yang sempat disuarakan oleh mantan kepala negara dalam sebuah acara keagamaan di daerah Kebumen, Jawa Tengah, sebagaimana diulas melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV pada tanggal 1 September 2026.
Dalam pandangannya, nasihat agar para pemimpin tidak bersikap sewenang-wenang serta menyadari bahwa kekuasaan bersifat sementara dinilai sebagai sesuatu yang tidak pantas disampaikan oleh figur yang bersangkutan.
ADVERTISEMENT
Ia menilai bahwa seruan tersebut justru menempatkan lembaga pesantren dalam posisi dilematis karena telah memberikan panggung publik bagi figur yang dianggap memiliki rekam jejak penuh kontroversi dan kebohongan.
Pernyataan moral yang disampaikan itu dipandang bertolak belakang dengan berbagai kebijakan serta tindakan masa lalu yang dinilai kerap menimbulkan keresahan mendalam di tengah lapisan masyarakat luas.
Kalangan intelektual publik diingatkan agar senantiasa merawat kewarasan nalar kolektif serta tidak mudah terjebak dalam retorika manis yang dibungkus melalui momentum keagamaan tertentu.
Proses refleksi budaya dan nilai-nilai kearifan lokal harus terus dijaga agar esensi kebenaran substantif tidak tergerus oleh kepentingan pragmatis kelompok elite politik yang haus kekuasaan.
Masyarakat sipil didorong untuk tetap kritis dalam memilah setiap informasi serta nasehat publik agar tidak terseret oleh narasi pencitraan yang kehilangan legitimasi moral di hadapan rakyat.
Evaluasi kritis terhadap rekam jejak penyelenggara negara menjadi instrumen penting guna memastikan bahwa standar etika kepemimpinan tetap menjunjung tinggi rasa keadilan sosial yang hakiki.
Dinamika diskursus kebangsaan yang disorot oleh kanal YouTube Forum Keadilan TV ini diharapkan mampu memandu kesadaran publik agar senantiasa berpegang pada prinsip integritas dan kejujuran dalam mengawal perjalanan masa depan bangsa.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok