Berita, Internasional

Mohamad Safa Ungkap Rahasia Gelap PBB Terkait Perang Gaza dan Iran, Sebut Narasi Ancaman Iran Dibesar-besarkan, Kebebasan Berpendapat Dibungkam

Repelita.net

28 March 2026 17:04 WIB • 1,185 view

Mohamad Safa Ungkap Rahasia Gelap PBB Terkait Perang Gaza dan Iran, Sebut Narasi Ancaman Iran Dibesar-besarkan, Kebebasan Berpendapat Dibungkam
Foto: Istimewa

Repelita New York - Direktur Eksekutif organisasi Patriotic Vision atau PVA, Mohamad Safa, mengungkap rahasia gelap yang terjadi di balik tembok Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB terkait narasi yang dibangun selama konflik Gaza dan perang Iran berlangsung.

Keputusan Safa untuk menangguhkan tugasnya di lembaga internasional tersebut bukan sekadar pengunduran diri biasa, karena ia justru menyoroti dugaan pembungkaman suara dan pembatasan kebebasan berpendapat yang sistematis di dalam PBB.

ADVERTISEMENT

Safa mengaku bahwa sejak ia mulai menyampaikan pandangan yang berbeda terkait konflik Gaza dan Iran pada tahun 2023, ia mulai menghadapi berbagai tekanan yang menunjukkan adanya pola besar yang tidak pernah diungkap ke publik.

Tekanan yang ia alami meliputi kritik keras, tuduhan yang dialamatkan kepadanya, hingga sanksi finansial yang memberatkan, bahkan ia mengklaim telah menerima ancaman terhadap keselamatan dirinya dan keluarganya.

Dalam pernyataannya, Safa menyebut bahwa dirinya tidak lagi merasa bebas untuk berbicara di lingkungan PBB karena ada pejabat senior yang diduga menyalahgunakan kekuasaan untuk membatasi narasi tertentu.

Pembatasan tersebut terutama terjadi terhadap pandangan-pandangan yang dianggap bertentangan dengan kepentingan pihak-pihak yang memiliki pengaruh kuat di balik layar struktur organisasi dunia tersebut.

Saya menerima ancaman pembunuhan, dikenai sanksi finansial, dan sekarang saya disensor, hak saya untuk berbicara dibatasi, demikian ungkap Safa mengungkap sisi gelap yang ia alami.

Menurut Safa, tekanan yang ia alami ini tidak datang dari sistem resmi PBB secara langsung, melainkan berasal dari oknum pejabat tinggi yang diduga melayani kepentingan lobi-lobi kuat yang mengendalikan narasi konflik.

Ia juga menyinggung adanya pola yang lebih besar, yaitu dugaan kampanye disinformasi global yang sengaja dibangun untuk membentuk opini publik yang mendukung peperangan di Gaza dan Iran.

Safa menilai bahwa narasi ancaman Iran sengaja dibesar-besarkan untuk kepentingan tertentu, seperti yang menurutnya juga terjadi dalam narasi konflik Gaza yang selama ini ia soroti secara terbuka.

Hal inilah yang membuatnya merasa bahwa ia tidak lagi memiliki ruang yang cukup untuk menyuarakan kebenaran secara jujur dan terbuka sebagaimana mestinya di dalam institusi multilateral tersebut.

Situasi yang tidak sehat dan tidak transparan ini membuat Safa memilih untuk mundur sementara dari semua peran yang ia emban di PBB sebagai bentuk protes terhadap rahasia gelap yang ia temukan.

Baginya, keputusan untuk menangguhkan tugas ini adalah langkah konkret untuk menunjukkan ketidakpuasannya terhadap kondisi internal yang dinilai telah menyimpang dari prinsip-prinsip dasar organisasi.

Safa menegaskan bahwa ia tidak akan kembali sebelum ada perubahan nyata yang dilakukan terhadap sistem dan budaya kerja di lingkungan PBB yang selama ini menyembunyikan realitas sebenarnya.

Ia berharap agar reformasi di tubuh PBB benar-benar dilakukan sehingga kebebasan berpendapat dan prinsip keadilan dapat ditegakkan kembali, dan rahasia gelap yang selama ini tersembunyi dapat terungkap.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung