Berita, Timur Tengah

Merinding, Ini Pesan Menyentuh Mojtaba Khamenei di Peringatan 40 Hari Tewasnya Sang Ayah, Rakyat Iran Telah Menjadi Pemenang Mutlak

Repelita.net

11 April 2026 14:28 WIB • 945 view

Merinding, Ini Pesan Menyentuh Mojtaba Khamenei di Peringatan 40 Hari Tewasnya Sang Ayah, Rakyat Iran Telah Menjadi Pemenang Mutlak
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Merinding, itulah yang dirasakan banyak pihak setelah membaca pesan menyentuh yang ditulis Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayed Mojtaba Khamenei pada peringatan 40 hari wafatnya sang ayah, Ayatollah Sayed Ali Khamenei.

Dalam pesan yang dirilis pada peringatan 40 hari kepergian sang ayah, Mojtaba memuji dukungan publik yang kuat untuk Republik Islam dan mengatakan bahwa rakyat Iran telah menjadi pemenang mutlak.

ADVERTISEMENT

Pesan tersebut dimulai dengan merujuk pada sebuah ayat dari Al-Quran tentang kemenangan nyata dari Allah.

“Saudara-saudari di tanah air! Hari ini, dan hingga saat ini dalam kisah pertahanan suci ketiga yang dipaksakan, dapat dengan berani dinyatakan bahwa kalian, rakyat Iran yang heroik, telah menjadi pemenang mutlak di arena ini,” kata Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Ia juga mengatakan bahwa munculnya Republik Islam sebagai kekuatan besar dan penurunan imperialisme yang nyata telah menjadi jelas bagi semua orang di dunia.

“Ini tidak diragukan lagi merupakan berkah ilahi yang telah diberikan kepada kita melalui darah pemimpin kita yang gugur dan para martir lainnya yang berlumuran darah,” tuturnya.

Pada tanggal 28 Februari, hari pertama agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sekolah dasar putri Shajareh Tayyebeh di Minab dihantam oleh rentetan rudal AS dan hancur total.

Peristiwa tragis tersebut menyebabkan sekitar 170 siswi gugur sebagai martir dalam serangan yang menimbulkan kecaman luas dari masyarakat internasional.

Mojtaba Khamenei menekankan bahwa ungkapan rasa syukur yang nyata atas berkah ilahi adalah melalui upaya tanpa henti untuk mencapai Iran yang kuat.

"Yang diperlukan saat ini untuk mencapai slogan dan tujuan strategis pemimpin yang gugur ini adalah kehadiran terus-menerus rakyat kita tercinta, seperti yang telah mereka lakukan selama empat puluh hari terakhir."

Ia juga menegaskan bahwa seruan rakyat di jalanan berdampak besar pada jalannya negosiasi setelah gencatan senjata dua minggu diumumkan pada 8 April 2026.

Pemimpin Tertinggi Iran itu kemudian berpidato kepada negara-negara tetangga di selatan dengan mendesak mereka untuk mengakui keajaiban yang sedang terjadi.

"Kepada negara-negara tetangga di selatan, saya katakan, kalian sedang menyaksikan sebuah keajaiban. Jadi, perhatikanlah dengan saksama dan pahamilah dengan baik," tegasnya.

"Dengan izin Tuhan, kami tidak akan membiarkan para penjahat yang menyerang negara kami lolos dari hukuman."

"Kita tidak menginginkan perang, dan tidak pernah menginginkannya, tetapi kita tidak akan meninggalkan tuntutan kita yang sah," ujarnya.

Mojtaba kemudian menggambarkan kemartiran sang ayah sebagai salah satu tragedi terbesar yang menimpa bangsa Iran dalam sejarah modern.

"Empat puluh hari telah berlalu sejak salah satu kejahatan terbesar yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam dan Iran, dan salah satu kesedihan publik terberat dalam sejarah bangsa ini," demikian bunyi pesan tersebut.

"Meskipun masa berkabung resmi untuk pemimpin yang gugur telah berakhir, tekad yang kuat untuk membalas dendam atas darah suci para martir kita tetap hidup di dalam hati dan jiwa rakyat," katanya.

Citra simbolis kepalan tangan almarhum saat pembunuhannya kini telah menjadi lambang bagi rakyat Iran dan bagi banyak orang di dunia yang mendambakan keadilan.

"Semangatnya tetap hidup, membimbing rakyat Iran dan gerakan global untuk keadilan," tambah pesan itu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung