Berita, Nasional

[MENOHOK] Ubedilah Badrun Sentil Elite Istana: Harga Naik Sampai Desa, Klaim Ekonomi Aman Disebut Menyesatkan Rakyat

Repelita.net

21 May 2026 14:43 WIB • 899 view

[MENOHOK] Ubedilah Badrun Sentil Elite Istana: Harga Naik Sampai Desa, Klaim Ekonomi Aman Disebut Menyesatkan Rakyat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Potret kondisi perekonomian nasional saat ini dinilai kian mengkhawatirkan dengan adanya lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat yang menjangkau hingga ke wilayah pedesaan.

Tekanan finansial akibat pelemahan nilai tukar mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing secara riil telah mengoreksi daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.

ADVERTISEMENT

Pakar sosiologi ketatanegaraan, Ubedilah Badrun, menyanggah narasi populisme pemerintah yang mengklaim bahwa gejolak moneter global tidak akan berdampak pada kehidupan warga desa.

Pandangan kritis tersebut disampaikan dalam sebuah diskusi mendalam yang disiarkan melalui saluran YouTube resmi milik @AbrSamad.

Dalam penjelasannya, beliau memaparkan realitas empiris di pasar tradisional yang menunjukkan adanya dampak langsung dari inflasi terhadap komoditas harian rakyat.

Mengenai kekeliruan logika analisis makroekonomi dari jajaran elite istana tersebut, ia menegaskan bahwa "betul enggak dolar itu tidak berpengaruh pada orang desa pengaruh kok Minyak goreng sudah naik harganya sekarang Sayur-sayur di pasar sudah naik semua Jadi artinya Prabowo bohong dong sampai ke desa-desa Pak Jadi kalau Bapak bilang dolar itu di desa itu enggak pakai dolar seolah-olah enggak terdampak krisis moneter gitu Itu pernyataan yang salah Yang merusak republik ini Elit politik".

Sikap diam serta pragmatisme politik dari barisan mantan aktivis pergerakan yang kini merapat ke lingkaran kekuasaan turut memicu kekecewaan mendalam bagi jalannya roda demokrasi.

Oposisi kritis menilai keberadaan para intelektual di dalam struktur pemerintahan baru tidak memberikan dampak perbaikan kebijakan, melainkan cenderung ikut serta melanggengkan sistem kelola yang keliru.

Ia melayangkan kritik tajam terhadap fenomena penyimpangan idealisme tersebut dengan berujar "Saya harus katakan itulah Mereka para aktivis yang di lapisan istana dalam sekian puluh tahun terakhir ini yang tidak mampu merubah keadaan Bahkan mereka menikmati keadaan itu memperkaya diri Mereka adalah pengkhianat reformasi Kalau diperiksa itu soal koperasi merah putih soal MBG itu ada dugaan kuat praktik korupsi juga terjadi di situ".

Sengkarut tata kelola program prioritas nasional yang rawan akan penyalahgunaan wewenang dinilai berpotensi mengulangi pola penyelewengan yang menjadi musuh bersama gerakan reformasi silam.

Aparat penegak hukum kini dituntut untuk berani melakukan pengawasan ketat terhadap jalannya birokrasi demi memastikan hak kedaulatan anggaran sepenuhnya kembali untuk kemakmuran rakyat banyak.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung