Berita, Timur Tengah

Menlu Iran Tantang AS: Anda Belum Tahu Kekuatan Kami!

Repelita.net

14 May 2026 20:34 WIB • 781 view

Menlu Iran Tantang AS: Anda Belum Tahu Kekuatan Kami!
Foto: Istimewa

Repelita Timur Tengah - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan tantangan keras kepada Amerika Serikat dengan menyatakan bahwa Washington belum memahami kekuatan sebenarnya Republik Islam.

Teheran menegaskan tidak ada lagi ruang untuk mundur dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang datang.

ADVERTISEMENT

Militer Iran dinyatakan dalam kondisi siap penuh menghadapi berbagai kemungkinan skenario konflik.

Pernyataan tersebut muncul saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus memasuki fase yang semakin berbahaya dalam beberapa pekan terakhir.

Teheran mengingatkan bahwa pihak AS tampaknya masih keliru dalam menilai kapasitas pertahanan Republik Islam yang sesungguhnya.

Situasi ini langsung menjadi sorotan internasional karena kawasan Timur Tengah sedang mengalami peningkatan aktivitas militer di berbagai titik krusial mulai Teluk Persia hingga perbatasan sekitarnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya kembali mengeluarkan ancaman terbuka terhadap Iran.

“Kami akan mendapatkan uranium yang diperkaya Iran pada suatu saat, kapan pun kami mau” kata Trump dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media Amerika.

Meski demikian respons Iran semakin tegas melalui pernyataan Menlu Araghchi yang menolak segala bentuk tekanan.

“Orang Republik Islam tidak pernah tunduk pada tekanan” kata Araghchi dalam pernyataan sebelumnya.

Republik Islam menilai Washington selama ini salah perhitungan terhadap kemampuan militer mereka yang tidak hanya mengandalkan rudal balistik.

Kekuatan Teheran juga didukung jaringan sekutu regional drone tempur perang elektronik armada maritim serta strategi asimetris yang siap mengganggu kepentingan AS di kawasan.

Pasukan IRGC terus memperketat patroli di Selat Hormuz dan perairan Teluk Persia.

Pemerintah Teheran bahkan menerapkan aturan baru yang mengarahkan seluruh pembayaran transit di Selat Hormuz menggunakan rial Iran saja.

Iran semakin memperkuat koordinasi strategis dengan Rusia dan China guna membangun pengaruh yang lebih besar.

“Iran sedang membangun posisi tawar baru di Asia Barat bersama Rusia dan China” tulis Escobar.

Teheran juga menetapkan sejumlah syarat ketat untuk melanjutkan dialog dengan Washington termasuk penghentian konflik kompensasi kerusakan pencabutan sanksi serta pengakuan kedaulatan di Selat Hormuz.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut menegaskan sikap tegas negaranya.

“Kami tidak akan pernah tunduk di hadapan musuh” kata Pezeshkian.

Sementara itu kelompok sekutu Iran seperti Hizbullah Lebanon juga menyatakan kesiapan penuh.

“Kami tidak akan tunduk kami tidak akan menyerah” kata Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem.

Selat Hormuz kini kembali menjadi titik paling rawan dengan peningkatan aktivitas militer dari berbagai pihak yang berpotensi memicu dampak ekonomi global jika terjadi kesalahan perhitungan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung