Arab Saudi, Berita

Mengenang 51 Tahun Pembunuhan Raja Faisal: Ditembak Keponakan Sendiri, Motif hingga Kini Misterius

Repelita.net

28 March 2026 10:13 WIB • 1,218 view

Mengenang 51 Tahun Pembunuhan Raja Faisal: Ditembak Keponakan Sendiri, Motif hingga Kini Misterius
Foto: Istimewa

Repelita Riyadh - Hari ini genap 51 tahun yang lalu, tepatnya pada 25 Maret 1975, Raja Faisal dari Arab Saudi ditembak mati oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal bin Musaid, yang saat itu baru saja kembali dari Amerika Serikat, dalam sebuah peristiwa yang hingga kini motifnya masih menyisakan tanda tanya besar.

Pangeran Faisal bin Musaid merupakan putra dari Musaid bin Abdulaziz, dan setelah Raja Faisal meninggal dunia, takhta kerajaan kemudian diserahkan kepada Raja Khalid untuk meneruskan kepemimpinan di negara kerajaan Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan The New York Times, setelah peristiwa pembunuhan terhadap raja terjadi, keluarga kerajaan mengeluarkan pernyataan bahwa Pangeran Faisal mengalami gangguan kejiwaan atau dinyatakan gila sebagai alasan di balik tindakannya tersebut.

Namun panel ahli medis yang ditunjuk kemudian mengeluarkan putusan berbeda dengan menyatakan bahwa Pangeran Faisal tidak dalam kondisi gila saat ia menyelinap melewati penjagaan keamanan istana untuk melancarkan aksinya.

Setelah berhasil melewati penjaga keamanan, Pangeran Faisal melepaskan beberapa tembakan dari revolver yang dibawanya ke arah Raja Faisal yang saat itu sedang melakukan audiensi dengan seorang pejabat tinggi dari Kuwait.

Otoritas keamanan Arab Saudi kemudian melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut, namun hingga akhirnya mereka tidak menemukan adanya bukti yang mengarah pada konspirasi besar.

Penyelidikan kemudian diperluas dengan menyelidiki kegiatan dan kenalan pribadi Pangeran Faisal selama ia menempuh pendidikan di Amerika Serikat, yang diduga menjadi latar belakang perubahan sikapnya.

Pangeran Faisal sendiri sebelumnya pernah ditahan oleh pihak berwenang atas tuduhan terlibat dalam penjualan dan pengedaran narkoba jenis LSD selama berada di luar negeri.

Setelah kembali ke Arab Saudi, Pangeran Faisal tercatat sebagai pengajar di Universitas Riyadh, namun ia dianggap tidak stabil secara emosional hingga pernah menjalani perawatan psikiatris di Beirut.

Spekulasi yang beredar di kalangan masyarakat menyatakan bahwa Pangeran Faisal kemungkinan besar bertindak sebagai pembalasan atas kematian saudara laki-lakinya yang dibunuh oleh polisi sembilan tahun sebelumnya.

Saudaranya tersebut tewas ketika polisi membubarkan demonstrasi yang menentang upaya modernisasi yang sedang digalakkan oleh pemerintahan Arab Saudi pada masa itu.

Atas perbuatannya yang menewaskan Raja Faisal, Pangeran Faisal bin Musaid bin Abdulaziz yang saat itu masih berusia 27 tahun dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan kerajaan.

Eksekusi hukuman mati terhadap pangeran tersebut dilakukan di depan sekitar 10.000 orang di alun-alun yang berada di depan istana Gubernur Riyadh, sebuah tontonan publik yang menyita perhatian seluruh negeri.

Seorang saksi mata yang menyaksikan jalannya eksekusi mengatakan bahwa pangeran terlihat diam dan tampak tenang ketika ia dibawa menuju tempat pelaksanaan hukuman mati.

Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud sendiri merupakan putra dari Raja Ibn Saud, lahir pada tahun 1906, dan menjabat sebagai raja di Arab Saudi sejak tahun 1964 hingga akhir hayatnya pada tahun 1975.

Sebelum naik takhta menjadi raja, ia pernah diangkat sebagai Menteri Luar Negeri pada tahun 1926, dan pada tahun 1934 ia memimpin kampanye kemenangan Arab Saudi melawan Yaman dalam konflik perbatasan.

Ia kemudian mewakili Arab Saudi pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1945 dan bertugas sebagai duta besar untuk Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, memperkuat posisi negaranya di kancah internasional.

Sebagai seorang raja, Faisal dikenal sering berusaha memberikan dukungan finansial dan moral bagi upaya-upaya yang dilakukan oleh negara-negara Arab dalam menghadapi Israel di Timur Tengah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung