Berita, Nasional

Media Belanda Soroti Tudingan Londo Ireng Prabowo Subianto Terkait Isu Kebangkrutan Ekonomi Nasional

Repelita.net

31 July 2026 21:19 WIB • 8,574 view

Media Belanda Soroti Tudingan Londo Ireng Prabowo Subianto Terkait Isu Kebangkrutan Ekonomi Nasional
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan tajam terkait polemik sebutan londo ireng yang diungkapkan Presiden Prabowo Subianto bagi insan pers, pengamat, serta lembaga swadaya masyarakat terus bergulir dan menuai diskusi luas.

Media internasional terkemuka asal Belanda, De Volksrant, turut menyoroti perbincangan hangat tersebut ke dalam rubrik pemberitaan global mereka.

ADVERTISEMENT

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Berly Martawardaya, membagikan ulasan laporan media asing itu melalui akun media sosial pribadinya.

Beliau mengunggah tangkapan layar artikel tersebut disertai terjemahan teks dari bahasa Belanda ke dalam bahasa Inggris menggunakan bantuan fitur otomatis.

"Translate liputan tentang pidato Londo Ireng yang ditulis oleh Londo-Ora-Ireng di De Volksrant yang koran besar di Belanda by Grok dengan sedikit polesan," tulis Berly pada hari Jumat.

Hadirnya sorotan media luar negeri tersebut mengangkat tajuk utama yang mempertanyakan arah kondisi perekonomian nasional saat ini.

Judul laporan itu menyoroti spekulasi mengenai potensi ancaman krisis keuangan di tengah dinamika perekonomian global.

Pemberitaan tersebut mencatat bahwa perekonomian Indonesia sempat menghadapi tekanan, namun pihak pemerintah secara konsisten memberikan sanggahan tegas.

Kepala negara menegaskan bahwa indikator pertumbuhan ekonomi domestik masih berada pada level yang kuat dan terkendali.

Sorotan internasional ini turut mengulas kembali rangkaian pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Momen tersebut terjadi pada perayaan puncak hari ulang tahun ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta.

Acara akbar itu dilangsungkan di Jakarta International Convention Center pada hari Kamis tanggal 23 Juli tahun 2026.

Dalam pidatonya, presiden memaparkan agenda prioritas berupa instruksi perbaikan fasilitas infrastruktur sekolah di berbagai daerah.

Pemerintah menargetkan program renovasi besar-besaran dapat merampungkan perbaikan ratusan ribu satuan pendidikan pada tahun 2027 mendatang.

Meski demikian, kepala negara menyayangkan sikap sejumlah media yang kerap mengekspos fasilitas belajar yang belum tersentuh perbaikan.

Padahal, klaim pemerintah, puluhan ribu gedung sekolah telah berhasil diperbarui secara bertahap di lapangan.

"Ada juga media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki," ujar Prabowo.

Beliau menilai potret kerusakan tersebut sengaja ditampilkan secara mencolok pada halaman utama pemberitaan massa.

Kendati demikian, pemerintah memilih untuk belum membeberkan identitas media massa yang dimaksud secara terbuka.

"Aduh. Dia kita kita nggak ngerti. Saya nggak sebut lah media mana itu, pada saatnya akan saya sebut," imbuhnya.

Pemerintahan saat ini menegaskan komitmen penuh dalam menjaga kebebasan berpendapat di tengah iklim demokrasi.

Namun, kepala negara menyayangkan keberadaan segelintir elemen lokal yang dinilai gemar melayani kepentingan pihak asing.

Istilah londo ireng kembali dihidupkan untuk menggambarkan kelompok yang dianggap kerap menyebarkan narasi pesimistis mengenai masa depan bangsa.

Jika pada masa lalu istilah tersebut merujuk pada pihak pribumi yang membantu kolonial, kini bentuknya bergeser ke dalam ranah profesi modern.

"Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan, wartawan, jurnalis, apa itu pengamat, apa itu LSM," papar Prabowo.

Pemerintah menyoroti narasi kebangkrutan yang secara rutin digaungkan oleh para pengamat maupun aktivis lembaga swadaya masyarakat.

Ramalan keruntuhan ekonomi yang disebarkan berkala setiap bulan dinilai tidak pernah terbukti menjadi kenyataan.

"Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia kolaps. Bulan April lewat nggak kolaps, Mei lewat nggak kolaps, bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps," ucapnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung