Repelita [Jakarta] - Massa demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat mulai memadati kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah pada Jumat (12/6/2026).
Aparat kepolisian tampak melakukan blokade di sejumlah titik akses jalan menuju Stasiun Dukuh Atas guna mencegah kepadatan arus lalu lintas.
ADVERTISEMENT
Para pengunjuk rasa turut mengimbau para pengendara yang melintas ke arah Senayan agar membunyikan klakson sebagai simbol penolakan terhadap kenaikan harga BBM.
Aliansi massa tersebut mencakup berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pengemudi ojek bold, warga lokal, hingga kelompok ibu-ibu yang ingin menyuarakan keresahannya.
Salah satu peserta aksi, Raden Roro Neno, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh mengabaikan aspirasi masyarakat yang sedang memuncak akibat berbagai kebijakan yang tidak memihak.
Ia mengingatkan bahwa ketegangan sosial saat ini dapat memicu peristiwa besar layaknya tragedi 1998, di mana rakyat turun langsung menduduki gedung parlemen.
“Suara rakyat adalah suara tuhan. Untuk itu, jangan kalian main-main dengan suara rakyat. Rakyat sudah marah, ini adalah awal pertama tragedi kehancuran mei akan terulang kembali, ingat itu wahai rezaim!,” tegas Roro di lokasi.
Dalam orasinya, ia melontarkan kecaman keras terhadap pemerintah yang dianggap telah gagal menjaga kedaulatan serta keadilan bagi warga negara.
"Kalian penghianat! Penjilat! Hancurkan Oligarki! Jangan mau kalian diinjak oleh antek asing dan asong. Kalian adalah pembunuh sebenarnya. Kalian juga pelanggar HAM sebenarnya!," tekan dia.
Dirinya pun menutup pernyataan dengan seruan bernada peringatan akan adanya keadilan yang lebih tinggi bagi mereka yang dianggap menyengsarakan rakyat.
“Jadi, tolong tunggu tentara langit akan mengadili kalian.Hidup Rakyat Indonesia!,” lanjutnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok