Berita, Timur Tengah

Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri di Tengah Konflik Sipil–Militer, IRGC Disebut Kian Dominan dan Elite Iran Terancam Pecah

Repelita.net

01 June 2026 22:42 WIB • 837 view

Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri di Tengah Konflik Sipil–Militer, IRGC Disebut Kian Dominan dan Elite Iran Terancam Pecah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dilaporkan telah menyerahkan dokumen pengunduran diri secara resmi kepada Kantor Pemimpin Tertinggi.

Langkah ini mencuat di tengah intensitas konflik internal yang semakin tajam antara elite pemerintahan sipil dengan jajaran militer negara tersebut.

ADVERTISEMENT

Pihak yang mengetahui isu ini menyebutkan bahwa draf pengunduran diri dikirimkan pada Minggu waktu setempat.

Dalam naskah tersebut, Pezeshkian menyatakan bahwa pemerintahannya telah kehilangan akses dalam proses penentuan kebijakan strategis nasional.

Situasi tersebut memicu kevakuman kekuasaan yang segera dimanfaatkan faksi garis keras di Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

Dalam kondisi seperti ini, saya tidak mampu menjalankan pemerintahan dan melaksanakan tanggung jawab hukum saya, tulis Pezeshkian.

Dirinya mendesak agar proses pelepasan jabatan tersebut dapat diproses sesegera mungkin demi kelangsungan stabilitas negara.

Peristiwa ini menjadi indikator paling nyata mengenai perpecahan mendalam yang melanda lingkar kekuasaan tertinggi Republik Islam Iran saat ini.

Belum terdapat konfirmasi apakah pengajuan tersebut akan disetujui oleh Mojtaba Khamenei selaku pemegang pengaruh kuat di pusat otoritas.

Ketegangan antara pemerintahan sipil dan institusi keamanan memang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir secara berkelanjutan.

IRGC dilaporkan secara bertahap membatasi kewenangan presiden dan mengambil alih komando pada berbagai sektor vital pemerintahan.

Dinamika ini membuat administrasi Pezeshkian terjebak dalam kebuntuan politik yang menghambat agenda restrukturisasi kabinet serta negosiasi diplomatik.

Krisis di internal elite ini terjadi di tengah himpitan tekanan ekonomi serta geopolitik yang kian berat membayangi Iran.

Jika pengunduran diri dikabulkan, stabilitas politik Iran diprediksi akan terancam oleh perebutan pengaruh antara faksi sipil dan kelompok militer.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepresidenan maupun kantor Pemimpin Tertinggi terkait validitas kabar pengunduran diri tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung