Repelita [Cilegon] - Manajemen produsen bahan baku tekstil PT Merak Chemicals Indonesia akhirnya memberikan keterangan resmi menyusul insiden kegagalan operasional yang memicu kegemparan di wilayah industri Banten pada tengah hari.
Pihak internal korporasi mengonfirmasi bahwa kepulan polutan siber bermula dari sebuah dentuman tunggal berkekuatan besar yang terjadi bertepatan saat sebagian besar tenaga kerja tengah melepas penat di luar area produksi.
ADVERTISEMENT
Hantaran gelombang kejut dari area dalam fasilitas industri tersebut seketika melepaskan senyawa kimia yang memicu kabut putih pekat serta aroma menyengat hingga mengganggu pernapasan warga perkampungan sekitar perimeter pabrik.
"Satu kali (ledakan), pukul 12.30 WIB," ujar Dimas, Senin.
Hingga saat ini, proses investigasi mendalam guna mengungkap penyebab pasti kegagalan mekanis tersebut tengah digulirkan secara intensif oleh otoritas gabungan yang melibatkan unsur militer, kepolisian, tim evakuasi daerah, hingga pengawas lingkungan hidup setempat.
Berdasarkan temuan awal di lapangan, titik kerusakan struktural yang memicu pelepasan emisi gas bertekanan tinggi tersebut dipastikan bersumber dari komponen penggerak uap di dalam area inti pemrosesan zat kimia.
"Saya coba koordinasi ke dalam itu apa, kok sampai ke atas, itu efek dari steam turbin kami," tuturnya saat menjelaskan asal muasal sebaran kabut putih yang membubung tinggi ke udara luar.
Atas ketidaknyamanan serta kepanikan massal yang menimpa ekosistem pemukiman warga di sekitar area operasional, korporasi manufaktur poliester nasional ini secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada publik.
Pihak eksekutif perusahaan juga menegaskan komitmen penuh untuk menanggung seluruh bentuk kerugian materiil maupun pemulihan kesehatan bagi komunitas masyarakat lokal yang terdampak langsung oleh pencemaran udara tersebut.
"Jadi kita memang harus bertanggung jawab kepada masyarakat," jelasnya memastikan kesiapan manajemen dalam memitigasi dampak buruk pasca-insiden kedaruratan industri tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok