Repelita [Jakarta] - Kritik pedas dilontarkan oleh mantan Menko Polhukam Mahfud MD terkait dinamika kebangsaan saat momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut menumpahkan kekecewaannya atas retorika pejabat publik yang terus membingkai situasi negara dalam kondisi aman dan sejahtera.
ADVERTISEMENT
Ia secara tegas membantah narasi manis tersebut dengan menyoroti berbagai persoalan penegakan hukum serta ketimpangan sosial yang masih membelenggu rakyat.
Kritik tajam itu disampaikan oleh Mahfud MD saat menanggapi klaim-klaim keberhasilan yang dinilainya tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
"Anda dusta sebut negara baik-baik saja," tegas Mahfud MD saat menanggapi narasi kondisi nasional terkini.
Menurutnya, manipulasi informasi mengenai stabilitas negara hanya akan memperburuk krisis kepercayaan masyarakat terhadap pengelola pemerintahan.
Berbagai ketimpangan dalam sektor penegakan keadilan dan pengelolaan sumber daya alam menjadi bukti nyata bahwa kondisi tanah air sedang menghadapi ancaman serius.
Ia menilai peringatan kemerdekaan seharusnya dijadikan momen refleksi jujur, bukan ajang untuk memamerkan citra semu di hadapan publik.
Kritikan keras tersebut langsung mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan yang merasa terwakili oleh ketegangan narasi tersebut.
Mahfud mengingatkan seluruh elemen kepemimpinan nasional agar menghentikan kebiasaan menutupi kelemahan tata kelola negara dengan retorika kosong.
Penanganan persoalan hukum yang tebang pilih serta pengabaian atas aspirasi rakyat menjadi sorotan utama dalam pandangannya.
Pemerintah didesak untuk segera mengambil langkah nyata dan jujur dalam memperbaiki kehancuran institusi serta penderitaan ekonomi warga.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok