Berita, Nasional

Mahasiswa Nyatakan Mosi Tidak Percaya, Gelar Aksi Berjilid-jilid Menuntut Perubahan Total Rezim Prabowo-Gibran

Repelita.net

17 July 2026 22:18 WIB • 920 view

Mahasiswa Nyatakan Mosi Tidak Percaya, Gelar Aksi Berjilid-jilid Menuntut Perubahan Total Rezim Prabowo-Gibran
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aksi unjuk rasa bertajuk Mosi Tidak Percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026), ditegaskan hanya permulaan dari rangkaian gerakan yang lebih luas.

Mahasiswa berencana untuk memperluas skala protes hingga ke berbagai pelosok tanah air dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

Koordinator Lapangan BEM UNJ, Ahmad Faizi Zaki, memastikan pihaknya akan terus bergerak secara kolektif guna menggalang dukungan nasional.

Aliansi masyarakat dan masyarakat sipil se-Jakarta ini nantinya akan meluas lagi ke seluruh Indonesia, ungkap Zaki saat menutup rangkaian aksi di sore hari.

Langkah ini diambil sebagai respons atas memudarnya kepercayaan publik terhadap arah kebijakan yang diambil pemerintah pusat saat ini.

Karena kami mungkin sudah tidak percaya lagi sama teman-teman yang duduk di singgasana sana, paparnya.

Senada dengan itu, Jenderal Lapangan Majelis Perjuangan Rakyat, Annur, menegaskan bahwa gerakan ini bakal digelar secara berulang dengan intensitas tinggi.

Ia mengakui bahwa poin-poin tuntutan yang dibawa memang sangat fundamental, sehingga mereka menyebutnya sebagai narasi utopis.

Tiga tuntutan utama yang diusung meliputi perombakan total sistem tata negara, penyelamatan dunia pendidikan, hingga penegakan kedaulatan masyarakat sipil.

Tuntutan kami memang tuntutan utopis, sehingga aksi ini terus akan berjilid-jilid, jelas Annur.

Para pengunjuk rasa juga memastikan sikap tegas untuk tidak melakukan negosiasi atau audiensi dengan pihak pemerintah.

Mereka ingin menjaga independensi gerakan agar tetap murni sebagai bentuk perlawanan rakyat tanpa adanya intervensi dari kepentingan politik tertentu.

Tuntutan dari kesepakatan konsolidasi awal, kami tidak akan menerima audiensi.

Kami hanya menuntut bagaimana rezim Prabowo-Gibran menjawab tuntutan kami, tambahnya.

Sekitar 150 peserta aksi yang berasal dari berbagai aliansi kampus membentangkan spanduk bernada kritik tajam terhadap rezim yang berkuasa.

Beberapa peserta bahkan hadir dengan mengenakan pakaian tradisional kebaya dan sarung sebagai simbol kedekatan dengan rakyat kecil.

Aksi ditutup dengan pembacaan mosi tidak percaya secara serentak sebelum massa membubarkan diri dengan tertib dari lokasi demonstrasi (*).

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung