Berita, Nasional

Mabes TNI Sesalkan Penurunan Bendera Merah Putih dalam Kericuhan Hari Damai Aceh

Repelita.net

15 August 2026 23:49 WIB • 623 view

Mabes TNI Sesalkan Penurunan Bendera Merah Putih dalam Kericuhan Hari Damai Aceh
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Agenda peringatan Hari Damai Aceh yang berlangsung di komplek pelataran Masjid Baiturrahman Kota Banda Aceh pada Sabtu 15 Agustus 2026 mendadak diwarnai insiden kericuhan.

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kejadian tersebut terkhusus insiden penurunan lambang kedaulatan negara berupa Sang Merah Putih.

ADVERTISEMENT

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar senantiasa menahan diri serta menjunjung tinggi simbol-simbol kenegaraan.

Stabilitas perdamaian yang selama ini telah terwujud di tanah Serambi Mekkah harus dipelihara bersama supaya tidak membangkitkan kembali bara konflik masa lalu.

”Sangat kami sayangkan kejadian itu, TNI menghimbau mari kita hormati simbol negara dan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu suasana damai,” ucapnya.

Jajaran militer bersama unsur kepolisian dan pemerintah daerah kini tengah mengintensifkan komunikasi guna memastikan situasi keamanan wilayah tetap terkendali pasca bentrokan.

”TNI senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam rangka menjaga stabilitas serta kondusifitas wilayah,” tuturnya.

Kusutnya situasi bermula ketika kelompok massa yang memadati lokasi acara terlibat perselisihan fisik dengan barisan petugas gabungan pengamanan.

Situasi di lapangan berubah mencekam tatkala massa melancarkan aksi lempar batu ke arah petugas yang dibalas dengan tembakan peringatan ke udara serta semprotan gas air mata.

Suasana khidmat peringatan Hari Damai Aceh pun seketika berubah tegang manakala gelombang massa mengamuk dan merusak sejumlah sarana transportasi di sekitar lokasi.

Berdasarkan laporan yang terhimpun dari tempat kejadian perkara sebuah unit kendaraan operasional milik institusi militer turut menjadi sasaran pembakaran oleh massa.

Pihak Markas Besar TNI menegaskan bahwa langkah koordinatif lintas sektoral terus digalakkan demi meredam potensi eskalasi susulan yang lebih besar.

Seluruh pihak diingatkan kembali agar senantiasa mengutamakan kedamaian daerah serta menghargai atribut kedaulatan bangsa dalam setiap bentuk kegiatan publik. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung