Berita, Internasional

LSM HAM Israel Bongkar Dugaan Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla, Disiksa dengan Sengatan Listrik hingga Luka Serius di Penjara Militer

Repelita.net

21 May 2026 23:18 WIB • 881 view

LSM HAM Israel Bongkar Dugaan Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla, Disiksa dengan Sengatan Listrik hingga Luka Serius di Penjara Militer
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Lembaga advokasi hak asasi manusia independen bentukan komunitas sipil Israel bernama Adalah membeberkan rentetan bukti kekejaman fisik serta intimidasi mental yang menimpa barisan relawan kemanusiaan kapal Global Sumud Flotilla.

Pihak lembaga hukum tersebut mengonfirmasi pada Rabu 20 Mei 2026 mengenai adanya penyiksaan sistematis berupa hantaman benda tumpul hingga penggunaan alat kejut listrik berulang kali yang dialami para tahanan selama berada dalam sel militer.

ADVERTISEMENT

Kesaksian autentik yang dikumpulkan dari para korban juga memperlihatkan pola pelanggaran berat di mana sedikitnya tiga delegasi asing terpaksa dilarikan ke pusat medis akibat menderita cedera organ dalam yang sangat fatal.

Selain penyerangan fisik, puluhan peserta konvoi maritim pembawa bantuan sosial tersebut dilaporkan mengalami keretakan tulang dada serta hambatan pernapasan akut akibat tindakan represif saat proses pengosongan muatan kapal dijalankan.

Otoritas keamanan Tel Aviv juga dituding sengaja menerapkan metode interogasi yang merendahkan martabat kemanusiaan ketika memindahkan para sandera menuju kawasan galangan kapal di Pelabuhan Ashdod.

Para sukarelawan lintas negara tersebut dipaksa berjalan merangkak dengan punggung ditekuk serta diwajibkan bersujud di atas lantai beton dalam durasi waktu yang sangat lama di bawah ancaman senjata laras panjang.

Tindakan pelecehan yang menyinggung sensitivitas keagamaan juga dilaporkan terjadi ketika petugas keamanan sipil zionis merenggut paksa penutup kepala atau jilbab dari sejumlah relawan wanita yang ikut dalam rombongan.

Lembaga Adalah menjadwalkan perwakilan hukum para sandera untuk segera menghadiri persidangan kilat pada hari Kamis guna memperjelas status penahanan yuridis sebelum kepolisian menerbitkan berkas deportasi ke negara asal.

Kecaman keras mengalir dari pengurus lembaga swadaya tersebut yang melabeli perlakuan tentara perbatasan sebagai bentuk kejahatan perang terstruktur yang melanggar konvensi internasional mengenai perlindungan warga sipil.

Tuduhan miring ini kian diperkuat oleh bukti visual berupa rekaman video pendek yang secara sengaja diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melalui akun jejaring sosial pribadinya pada pertengahan pekan ini.

Dalam tayangan digital tersebut, para aktivis perdamaian tampak diposisikan berlutut dengan pergelangan tangan terikat rantai besi ke belakang sambil dipaksa mendengarkan pemutaran lagu kebangsaan zionis secara berulang.

Pihak keluarga dan jaringan diplomatik internasional juga mengeluhkan sikap tertutup dari kementerian pertahanan yang sengaja menyembunyikan koordinat penahanan serta memutus akses komunikasi tim pengacara independen.

Sebagai informasi, armada laut Global Sumud Flotilla bertolak dari wilayah pesisir distrik Marmaris di Turki sejak sepekan lalu demi menembus barikade laut zionis di Gaza yang telah mengisolasi jutaan warga sipil sejak tahun 2007.

Aksi pengadangan berdarah ini merupakan kelanjutan dari rangkaian agresi militer sebelumnya di mana kapal logistik kemanusiaan yang membawa ratusan delegasi global juga sempat ditembaki di dekat perairan Pulau Kreta Yunani.

Pemberlakuan isolasi total yang dikombinasikan dengan serangan udara masif sejak musim gugur tahun 2023 silam tercatat telah merenggut puluhan ribu nyawa penduduk sipil serta memicu bencana kelaparan paling parah di abad ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung