Berita, Nasional

Lawatan Prabowo ke Rusia Disorot Dunia, Pemerintah Minta Publik Tak Terjebak Isu Karhutla

Repelita.net

06 September 2026 21:02 WIB • 518 view

Lawatan Prabowo ke Rusia Disorot Dunia, Pemerintah Minta Publik Tak Terjebak Isu Karhutla
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kepala Negara Republik Indonesia Prabowo Subianto baru saja menuntaskan lawatan kerja resminya ke wilayah Federasi Rusia.

Pimpinan tertinggi tanah air tersebut berhasil mendarat kembali di Pangkalan Udara Militer Halim Perdanakusuma yang terletak di kawasan ibu kota pada hari Jumat dini hari.

ADVERTISEMENT

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bersama pimpinan tinggi institusi pertahanan dan keamanan menyambut langsung kedatangan sang kepala negara tepat di area bawah tangga pesawat.

Agenda utama keberangkatan pemimpin Indonesia tersebut memenuhi undangan resmi dari Presiden Rusia Vladimir Putin guna berpartisipasi dalam ajang Eastern Economic Forum kesebelas.

Pertemuan tingkat tinggi antarbangsa ini dilangsungkan secara khusus di lingkungan Far Eastern Federal University yang berlokasi strategis di kawasan Vladivostok.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam konferensi internasional tersebut ditempatkan secara khusus sebagai tamu kehormatan utama yang mewakili negara.

Selama berada di kota pelabuhan tersebut, sang kepala negara melaksanakan berbagai kegiatan penting termasuk pertemuan bilateral tertutup bersama Presiden Vladimir Putin.

Pemimpin tertinggi negeri beruang merah tersebut secara terbuka menyatakan pandangannya dengan menempatkan Indonesia sebagai salah satu sekutu strategis paling krusial di kawasan Asia Pasifik.

Selain itu, Presiden Prabowo turut mendapat kesempatan menyampaikan pidato penting di hadapan para pejabat tinggi pemerintahan, pelaku usaha besar, serta investor internasional.

Dalam pemaparan gagasan tersebut, pemimpin Indonesia menguraikan berbagai peluang kemitraan strategis antara negaranya dengan Federasi Rusia serta wilayah Eurasia secara keseluruhan.

Beliau juga menekankan urgensi peningkatan konektivitas lintas wilayah terutama melalui pemanfaatan potensi besar yang dimiliki oleh kawasan perairan Pasifik.

Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Bukan tembok di antara kita. Samudra Pasifik harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita, ujar Presiden Prabowo dilansir dari Antara.

Rangkaian lawatan luar negeri ini menjadi bagian integral dari strategi besar mempererat jalinan bilateral di sektor ekonomi, perdagangan, investasi, serta perhubungan antarnegara.

Menanggapi berbagai dinamika yang berkembang, Deputy IV Badan Komunikasi Republik Indonesia Ulta Levenia memberikan imbauan tegas kepada masyarakat luas.

Petinggi lembaga komunikasi tersebut meminta khalayak agar tidak begitu saja mempercayai narasi keliru yang menuding Presiden Prabowo melarikan diri ke luar negeri.

Tudingan miring tersebut mengeklaim bahwa sang kepala negara meninggalkan wilayah tanah air saat bencana kebakaran hutan dan lahan melanda pulau Kalimantan.

Menurut pandangan pejabat komunikasi tersebut, segala bentuk penilaian terhadap kebijakan pemerintah harus selalu berpijak pada kronologi valid serta fakta objektif yang utuh.

Masyarakat diminta agar tidak mudah terjebak dalam potongan informasi terpisah yang berpotensi menggiring opini publik menuju kesimpulan keliru.

Jangan mudah percaya framing sepotong. Cek dulu kronologinya. Kritik terhadap pemerintah tentu sah, tetapi kritik harus dibangun di atas data dan fakta yang lengkap, kata Ulta Levenia di Jakarta, Minggu (6/9).

Berdasarkan catatan waktu yang ada, pemimpin nasional justru turun tangan langsung meninjau wilayah terdampak bencana jauh sebelum keberangkatannya ke daratan Eropa.

Tepat pada tanggal dua puluh dua bulan Agustus tahun dua.ribu dua puluh enam, sang kepala negara mendatangi Kabupaten Kubu Raya di Provinsi Kalimantan Barat.

Agenda peninjauan lapangan tersebut dilanjutkan dengan memimpin langsung rapat koordinasi penanggulangan bencana di kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Melalui forum musyawarah darurat tersebut, pembagian tugas komando penanganan bencana ditetapkan secara rinci dengan melibatkan institusi pertahanan serta kepolisian berdasarkan wilayah operasional.

Panglima Tentara Nasional Indonesia bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia memegang kendali penuh atas penanganan di wilayah Kalimantan Barat.

Sementara itu, tanggung jawab komando untuk kawasan Kalimantan Tengah diserahkan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat secara langsung.

Adapun sektor operasional di wilayah Kalimantan Selatan dipimpin sepenuhnya oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut guna mempercepat proses pemadaman.

Ribuan personel gabungan dikerahkan bersama armada pesawat, helikopter khusus pemadam, kendaraan taktis, serta alat berat guna melumpuhkan titik api.

Presiden tidak datang sekadar untuk melihat kondisi di lapangan, tetapi memastikan mesin penanganan berjalan, rantai komando terbentuk, dan seluruh sumber daya negara bergerak, ujar Ulta Levenia.

Berdasarkan data resmi dari Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, jumlah titik panas sempat mencapai titik tertinggi pada tanggal dua puluh sembilan Agustus.

Kendati demikian, kurva pemantauan menunjukkan tren penurunan signifikan setelah pengerahan seluruh sumber daya nasional digerakkan secara masif.

Bahkan hingga tanggal pertama bulan September di pagi hari, laporan perkembangan situasi penanganan bencana masih diterima langsung oleh sang kepala negara.

Pemerintah pusat juga menambah kekuatan armada darat dengan mengirimkan seratus unit mobil pemadam khusus serta lima belas unit alat berat ekskavator.

Keputusan keberangkatan menuju Rusia baru diambil pada waktu malam hari setelah seluruh sistem komando di lokasi bencana berfungsi secara optimal.

Presiden berangkat setelah sistem penanganan berjalan dan komando di lapangan sudah terbentuk. Beliau tidak meninggalkan penanganan karhutla, tetapi menjalankan tugas negara yang juga penting bagi kepentingan nasional, tandas Ulta.

Kunjungan kerja kenegaraan tersebut dinilai memiliki nilai strategis tinggi karena membawa berbagai misi penting bagi kemakmuran ekonomi dalam negeri.

Pemerintah mengusung agenda penguatan perjanjian dagang dengan blok ekonomi kawasan serta membuka peluang pasar baru bagi komoditas unggulan nasional.

Petinggi lembaga komunikasi tersebut menutup imbauannya dengan mengingatkan agar musibah yang terjadi tidak dieksploitasi demi kepentingan politik sesaat.

Koreksilah pemerintah dengan fakta, kritiklah Presiden dengan data. Negara ini terlalu besar untuk dipertaruhkan demi kepentingan sesaat atau sekadar mengejar perhatian publik, ucap Ulta.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung