Repelita Jakarta - Pernyataan tegas muncul dari Prof. Gema dalam unggahan channel YouTube Silent Majority atau @Nopin_SM terkait polemik gugatan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi.
Prof. Gema menegaskan dukungan kuat terhadap Gibran dengan kalimat yang langsung mengarah pada perlawanan rakyat.
ADVERTISEMENT
Ia menyatakan, “Langkahi dulu mayat kami.”
Menurut Prof. Gema, masih ada orang seperti dirinya yang waras dan melihat Gibran sebagai wapres muda yang bekerja.
Ia menekankan bahwa people power masih banyak yang mendukung Gibran.
Dalam pernyataannya, Prof. Gema menjelaskan bahwa jika Gibran hanya diam menghadapi gugatan, maka hal itu bisa terjadi.
Namun bila Gibran memenangkan hati rakyat, menjalankan program, dan membela rakyat, maka rakyat siap turun ke jalan.
Ia menambahkan, “over our dead bodies.”
Prof. Gema mempertanyakan apakah elite politik berani melawan ratusan juta rakyat Indonesia yang menolak menurunkan wakil presiden yang mereka cintai.
Pernyataan itu disampaikan di tengah proses perkara di Mahkamah Konstitusi yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran.
Prof. Gema menilai Gibran harus lebih proaktif tanpa takut risiko politik karena masa jabatannya dilindungi konstitusi selama lima tahun.
Ia mengingatkan bahwa setiap pemimpin hadir atas izin Tuhan dan yang penting adalah bekerja dengan benar.
Unggahan channel YouTube Silent Majority tersebut menyoroti sikap Prof. Gema sebagai bentuk pembelaan terbuka terhadap posisi Gibran sebagai wakil presiden.
Banyak pihak menilai pernyataan tersebut mencerminkan dukungan yang masih kuat di kalangan masyarakat terhadap kinerja wapres muda tersebut.
Prof. Gema juga menyinggung bahwa perubahan dan terobosan selalu diperlukan dalam politik Indonesia, seperti yang dilakukan Presiden Prabowo.
Ia mendorong Gibran untuk terus bergerak aktif ke berbagai daerah demi membuktikan kerja nyata kepada rakyat.
Pernyataan lengkap Prof. Gema dalam video tersebut menjadi sorotan karena menggunakan bahasa yang tegas dan langsung menantang pihak yang ingin menurunkan Gibran.
Channel YouTube Silent Majority menampilkan cuplikan tersebut sebagai bagian dari pembahasan gugatan ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi.
Sikap Prof. Gema ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap Gibran tidak hanya datang dari elite, melainkan juga dari tokoh yang mengklaim mewakili suara rakyat yang waras.
Hingga saat ini, Gibran tetap menjalankan tugasnya sebagai wakil presiden di tengah polemik yang terus berlanjut.
Pernyataan “langkahi dulu mayat kami” dari Prof. Gema menjadi simbol perlawanan yang digaungkan melalui unggahan channel YouTube Silent Majority.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok