Berita, Nasional

KWP Kecam Benny K Harman Yang Remehkan Jurnalis Saat Bahas Ketidakhadiran SBY Di Parlemen

Repelita.net

11 August 2026 18:57 WIB • 407 view

KWP Kecam Benny K Harman Yang Remehkan Jurnalis Saat Bahas Ketidakhadiran SBY Di Parlemen
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Koordinatoriat Wartawan Parlemen melayangkan kecaman keras terhadap sikap politikus Partai Demokrat Benny K Harman lantaran melontarkan kalimat yang dinilai melecehkan profesi jurnalis di Kompleks Parlemen.

Pernyataan kontroversial tersebut dilontarkan saat sang legislator memberikan keterangan pers mengenai absennya Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada Sidang Tahunan.

ADVERTISEMENT

Politikus senior tersebut berdalih bahwa kehadiran figur penting itu berhalangan karena masih menjalani masa pemeriksaan kesehatan di negeri Paman Sam hingga penghujung Agustus.

Sikap merendahkan itu bermula ketika awak media melayangkan pertanyaan lanjutan perihal kepastian kehadiran tokoh tersebut menjelang perayaan hari kemerdekaan.

"Woi, kau otak kamu ada gak? Saya jelaskan gitu kok. Iya kan. Kalau dia sudah check up di sana sampai akhir bulan, kok masih nanya lagi, banyak wartawan yang aneh-aneh sekarang ini," ujar Benny.

Insiden penghinaan profesi ini menambah daftar panjang perseteruan pejabat legislatif dengan insan pers setelah sebelumnya politikus PDI Perjuangan Deddy Sitorus sempat melontarkan sebutan merendahkan.

Wakil Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen Erwin Siregar secara terbuka menyatakan penyesalan mendalam serta kutukan atas perkataan kasar wakil rakyat tersebut.

Erwin menegaskan bahwa kegiatan konfirmasi berulang yang dilakukan oleh pekerja media merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur tugas jurnalistik di lapangan.

"Seharusnya bisa dijawab baik-baik, karena media bertanya juga secara baik-baik. Apabila media bertanya secara berulang, itu memang perlu untuk konfirmasi ulang," ujarnya.

Pihak organisasi wartawan menekankan pentingnya akurasi informasi agar berita yang dikonsumsi masyarakat luas terhindar dari bias penafsiran.

Atas insiden arogan tersebut, wadah perhimpunan jurnalis parlemen menuntut agar sang politikus segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Kami meminta Pak Benny K Harman meminta maaf secara pribadi kepada wartawan yang bersangkutan dan juga kepada publik," tegas Erwin.

Peringatan keras turut dialamatkan kepada seluruh penyelenggara negara agar senantiasa menjunjung tinggi etika komunikasi serta menghargai kerja-kerja jurnalistik.

Organisasi profesi pers tersebut bahkan mengancam akan membawa permasalahan etika ini ke hadapan Mahkamah Kehormatan Dewan apabila tidak ada iktikad baik.

"Jika tidak ada permintaan maaf, kami akan melaporkan persoalan ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan," kata Erwin.

Menanggapi gelombang kecaman tersebut, Benny K Harman akhirnya menyampaikan pernyataan maaf secara terpisah kepada pihak yang tersinggung.

Politikus tersebut berdalih kekesalannya muncul lantaran pertanyaan serupa terus diulang meskipun penjelasan pokok telah disampaikan sebelumnya.

"Ya, saya ngomong itu sebetulnya kan begini, tadi kan saya ditanya, apakah Bapak Presiden Indonesia yang ke-6 akan hadir acara pidato Presiden Tahunan? Saya menyampaikan bahwa Bapak Presiden ke-6 saat ini lagi menjalani check up di Amerika. Besar kemungkinan sampai akhir bulan," ucapnya.

"Oleh sebab itu, tentulah beliau tidak berkesempatan, tidak bisa menghadiri acara kenegaraan ini. Ya, itu sebetulnya itu intinya, sudah jelas. Lalu tadi teman-teman bertanya lagi, 'berarti Presiden ke-6 Bapak SBY apakah hadir atau tidak hadir?' Ya kalau beliau sampai di sana akhir bulan ya otomatislah beliau tidak bisa hadir," tegas dia.

Meski demikian, dirinya berdalih bahwa umpatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai sebuah persoalan besar di ruang publik.

"Itu sudah selesai, kan begitu, ah. Lalu selesai begitu, saya bilang, ah ini kalau tanya mesti pakai otak lah sedikit wartawan ini ya. Jangan sudah dijawab ya ditanya lagi, ditanya lagi itu. Tapi itu bukan konteksnya. Jadi saya mohon maaf kalau tadi terasa tersinggung berarti, tapi gak ada soal yang lebihlah gitu, jadi itu bukan isu utamanya ya," imbuh Benny.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung