Berita, Nasional

Kubu Gibran Heran Sayembara Ijazah Rp100 Juta Digelar Profesor Yang Paham Konstitusi Negara

Repelita.net

11 August 2026 21:22 WIB • 383 view

Kubu Gibran Heran Sayembara Ijazah Rp100 Juta Digelar Profesor Yang Paham Konstitusi Negara
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Perbincangan terkait keabsahan dokumen pendidikan formal Wakil Presiden kembali memanas usai seorang ahli hukum tata negara mengadakan perlombaan berhadiah besar bagi pencari berkas kelulusan sekolah menengah.

Tawaran insentif finansial fantastis tersebut langsung memicu reaksi keras dari kalangan pendukung sang pejabat negara yang menilai manuver itu sebagai sesuatu yang tidak substansial.

ADVERTISEMENT

Perwakilan kelompok pendukung menyatakan keheranan mengapa persoalan administrasi masa lalu masih terus diangkat ke ruang publik di tengah jalannya pemerintahan.

Posisi konstitusional pemimpin negara dinilai sudah memiliki kekuatan hukum tetap yang seharusnya dipahami betul oleh kalangan cendekiawan terdidik.

"Sebenarnya ranah kami tidak perlu lagi mengklarifikasi hal yang tidak mungkin terjadi," ujar Endani.

Latar belakang akademik sang profesor hukum turut disinggung agar lebih memahami etika serta kedudukan tata negara secara komprehensif.

"Karena bagi kami, bang Denny sebagai profesor lebih banyak memahami bagaimana kedudukan Wakil Presiden secara konstitusional dan bagaimana pula tugas dan tanggung jawab kerjanya," timpalnya.

Undangan terbuka untuk duduk bersama disuarakan agar perdebatan tidak berlarut-larut dalam pusaran opini tanpa dasar yang jelas.

"Sepertinya bang denny harus lebih banyak ngopi lagi di Kalsel dengan saya," tandasnya.

Inisiatif perlombaan berhadiah seratus juta rupiah sebelumnya digagas lantaran adanya keraguan mendalam terhadap keaslian berkas sekolah wakil kepala negara.

"Sayembara Rp100 juta untuk Ijazah SMA Gibran," ujar Denny.

Persyaratan mutlak diajukan di mana sang inisiator berjanji bakal menghentikan segala bentuk kritik tajam apabila dokumen autentik tersebut berhasil diperlihatkan.

"Jika Mas Wapres bjsa menunjukkan ijazah asli sma atau sederajat, saya berhenti meminta Gibran mundur," ucap dia.

Sebaliknya, desakan agar sang pejabat meletakkan jabatannya akan terus disuarakan jika pembuktian dokumen tersebut gagal dipenuhi.

"Sebaliknya, jika Mas Wapres tidak bisa tunjukkan, Gibran wajib legowo mundur," tukasnya.

Sayembara terbuka itu disebarluaskan kepada seluruh warga masyarakat yang memiliki akses terhadap informasi dokumen kelulusan tersebut.

"Siapapun yang bisa menunjukkan ijazah asli SMA atau sederajat Mas Gibran, akan saya beri hadiah 100 juta Rupiah," tandasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung