Berita, Viral Sosmed

Kritik Publik Terhadap Pidato Dua Tahun Pemerintahan Presiden yang Dinilai Minim Evaluasi Internal Performa Kabinet

Repelita.net

21 October 2026 16:33 WIB • 93 view

Kritik Publik Terhadap Pidato Dua Tahun Pemerintahan Presiden yang Dinilai Minim Evaluasi Internal Performa Kabinet
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Narasi pembukaan dalam pidato kenegaraan terbaru yang disampaikan oleh pemimpin nasional menuai beragam tanggapan kritis dari berbagai lapisan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai poin-poin pidato tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @thorbagus pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Berdasarkan rangkuman yang dibagikan, isi pengantar pidato tersebut dinilai lebih banyak memuat keluhan terkait situasi eksternal dan kondisi bangsa.

"Menyimak dengan seksama pembukaan pidato hari ini :

  1. Mengeluh geopolitik global.
  2. Mengeluh kondisi geografis.
  3. Mengeluh bangsa kaya yang dirampok dan ditipu.
  4. Berterimakasih kepada tim kabinet.
  5. Tidak perlu orang pintar, gobl*k ga apa-apa yang penting bisa kerjasama.
  6. Lebih mirip memberi motivasi daripada rapat.
  7. Retorika semu, semua kesalahan sumbernya dari pihak external.
  8. Pertinyiinnya, evaluasi internalnya mana? Rencana tindak lanjutnya apa? hasil kerja nyatanya apa Bapaak?🙄" tulis akun @thorbagus mempertanyakan esensi hasil kerja pemerintah.

Gaya penyampaian pesan yang cenderung berfokus pada dorongan semangat itu dinilai kurang menyentuh substansi perbaikan kinerja jajaran birokrasi di lapangan.

Kritik terhadap cara pandang kepemimpinan nasional tersebut segera memicu perbincangan hangat di kalangan warganet yang membandingkannya dengan prinsip dasar pendidikan.

"Sementara murid dan guru diajarkan kalau terjadi kesalahan itu awalnya bersumber dari dalam diri. Bukan luar.

Lha presidennya??" tulis akun @ajo.haiqal mempertanyakan pertanggungjawaban moral pemimpin dalam kolom komentar pada hari yang sama.

Reaksi keras dengan nada kecaman yang menyinggung kapasitas pemikiran dan gaya otoriter kepemimpinan juga dilontarkan oleh pengguna media sosial lainnya.

"Gangguan kognitif sok NEO FASIS" keluh akun @wican.1088 memberikan penilaian subjektif atas pembawaan sang pemimpin.

Ungkapan kekecewaan yang mendalam bahkan memicu munculnya sebutan atau julukan bernada kasar terhadap figur kepala negara akibat ketidakpuasan publik yang memuncak.

"makin hari makin solid julukan "presiden Indonesia tergoblok sepanjang masa" untuk hewan satu ini." tulis akun @b_topana mengekspresikan kekesalannya secara terbuka.

Persoalan efektivitas jajaran pemerintahan juga ikut disoroti mengingat besarnya postur kepengurusan negara saat ini yang dirasa kurang membawa perubahan berarti.

"Sayang sekali, kabinet segemuk itu tapi ujung-ujungnya one man show..." pungkas akun @sugemanandang menutup rentetan kritik di ruang siber.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung