Berita, Nasional

Kritik Pedas Hotman Paris Minta Presiden Prabowo Tutup Kementerian HAM: Nggak Guna Pak Menterinya

Repelita.net

25 May 2026 20:53 WIB • 977 view

Kritik Pedas Hotman Paris Minta Presiden Prabowo Tutup Kementerian HAM: Nggak Guna Pak Menterinya
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Praktisi hukum terkemuka tanah air, Hotman Paris Hutapea, melayangkan hantaman kritik yang sangat tajam terhadap eksistensi kelembagaan Kementerian Hak Asasi Manusia.

Melalui sebuah rekaman video yang diunggah di dalam akun Instagram pribadi miliknya @hotmanparisofficial pada Senin (25/5), advokat senior tersebut mendesak kepala negara untuk mengevaluasi total struktur kabinet itu.

ADVERTISEMENT

Langkah drastis berupa penutupan instansi siber tersebut dinilai sangat perlu dilakukan lantaran kehadirannya dianggap sama sekali tidak memberikan manfaat nyata bagi penyelesaian problem hukum masyarakat kecil.

“Halo Bapak Presiden RI yang terhormat, tolong segera tutup Kementerian HAM. Nggak guna itu,” ujar Hotman Paris meluapkan kekecewaannya terhadap efektivitas kinerja jajaran birokrasi bermasalah tersebut.

Pria bentukan dunia peradilan komersial ini menilai figur pemimpin departemen tersebut lebih gemar memproduksi pernyataan kontroversial di jagat maya ketimbang menunjukkan komitmen nyata di lapangan.

Dirinya juga menyayangkan pemanfaatan kas keuangan negara yang bersumber dari keringat masyarakat sipil justru habis terserap untuk membiayai operasional lembaga yang tidak produktif tersebut.

“Mendingan uang pajak yang kami bayar untuk kesejahteraan rakyat. Ngapain kualitas menteri kayak gitu dipelihara,” lanjutnya dengan nada menyengat mengkritisi kebijakan alokasi anggaran belanja pusat.

Ia menegaskan kritik tersebut bukan disampaikan tanpa alasan yang kuat melainkan berdasarkan komparasi riil atas aksi kemanusiaan yang dijalankan oleh firma hukum pribadinya secara swadaya.

Pada hari yang sama saat rekaman tersebut diunggah, tokoh hukum nyentrik ini mengklaim telah mengutus belasan advokat binaannya menuju wilayah Nusa Tenggara Barat guna menyelamatkan warga kurang mampu.

Langkah pembelaan cuma-cuma tersebut diberikan kepada seorang pemuda miskin di daerah Mataram yang kini tengah terjerat kasus pidana berat berupa dugaan pembunuhan tanpa adanya landasan bukti materiil.

“Saya tidak sembarangan ngomong. Hari ini 10 tim pengacara saya kirim ke Mataram, Lombok untuk membela pemuda miskin yang dituduh membunuh pacarnya tanpa fakta. Semua khayalan,” katanya membeberkan ketimpangan penegakan hukum di daerah.

Di samping penanganan kasus di pulau seberang, jaringan bantuan hukum bentukannya juga tengah bergerak menuju wilayah Jawa Tengah guna mendampingi anak di bawah umur yang menjadi korban kejahatan seksual.

Pendampingan hukum secara intensif diberikan kepada korban tindak asusila yang diduga kuat melibatkan oknum pimpinan tertinggi dari sebuah institusi pendidikan keagamaan tradisional di daerah Pati.

Berangkat dari realitas sosial yang carut-marut tersebut, sang pengacara kondang lantas mempertanyakan sumbangsih serta posisi tawar kementerian terkait dalam mengurai berbagai sengkarut pelanggaran kemanusiaan masif.

“Ribuan kasus pelanggaran HAM sangat berat, coba tanya Menteri HAM apa yang telah dia perbuat. Omongannya di medsos tak pernah bermutu, itu melukai hati rakyat,” ucap Hotman melayangkan sindiran menohok.

Sebagai penutup dari pernyataan terbuka di linimasa siber miliknya, sang advokat mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan perombakan kabinet dengan mencopot sang menteri dari jabatannya.

“Ganti Pak Presiden Prabowo, ganti itulah. Terlalu banyak habis anggaran untuk kementerian dia,” tutupnya menegaskan perlunya langkah tegas demi menyelamatkan keuangan negara dari pemborosan sistemis.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung