Berita, Nasional

Kritik Mutasi Pejabat Kementerian PU, Dosen UGM Diteror Data Pribadi dan Layangkan Somasi Terbuka

Repelita.net

18 July 2026 01:20 WIB • 722 view

Kritik Mutasi Pejabat Kementerian PU, Dosen UGM Diteror Data Pribadi dan Layangkan Somasi Terbuka
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Seorang akademisi hukum dari Universitas Gadjah Mada, Nabiyla Risfa Izzati, menghadapi intimidasi serius setelah melontarkan kritik terkait kebijakan di Kementerian Pekerjaan Umum. Ia mendapatkan teror data pribadi melalui aplikasi pesan singkat pada 16 Juli 2026.

Pelaku tidak dikenal mengirimkan pesan berisi data rahasia mulai dari NIK, alamat rumah, tanggal lahir, hingga informasi keluarga. Bahkan, pelaku diduga melacak koordinat lokasi gawai yang sedang digunakan oleh sang dosen.

ADVERTISEMENT

Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU, dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya, tulis Nabiyla melalui akun media sosialnya https://x.com/nabiylarisfa.

Tekanan tersebut muncul sebagai reaksi atas cuitan Nabiyla yang menyoroti kasus mutasi seorang ASN. Ia sebelumnya menyarankan agar masalah pemindahan jabatan yang dinilai tidak wajar itu diselesaikan melalui jalur hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara.

Menanggapi tindakan tersebut, Nabiyla mengambil langkah tegas dengan melayangkan somasi resmi. Surat peringatan hukum ini diterbitkan melalui IBLM Law Group pada 17 Juli 2026 sebagai respon atas upaya pembungkaman suara kritis.

Dalam surat somasi tersebut, pihak Nabiyla menduga telah terjadi akses ilegal terhadap data pribadi dan sistem elektronik miliknya. Tindakan tersebut dianggap melanggar UU Pelindungan Data Pribadi yang mengatur larangan keras penggunaan data milik orang lain tanpa izin.

Polemik ini berpangkal dari isu perombakan jabatan besar-besaran di Kementerian Pekerjaan Umum yang melibatkan ratusan pegawai. Situasi memanas menyusul bocornya dokumen perjalanan dinas keluarga Menteri Dody Hanggodo ke Amerika Serikat.

Dody Hanggodo sendiri sebelumnya menepis tudingan bahwa mutasi tersebut merupakan reaksi atas kebocoran dokumen dinas. Mutasi kan biasa aja. Orang pegawai gue 38.600 masa enggak boleh mutasi?, ujarnya di Istana Kepresidenan.

Nabiyla menegaskan bahwa kasus yang menimpanya merupakan ancaman serius terhadap kebebasan berpendapat di ruang digital Indonesia. Hingga saat ini, identitas pelaku pengirim pesan teror tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung