Repelita [Jakarta] - Fenomena menjamurnya unggahan di media sosial yang diduga dilakukan oleh kelompok buzzer kini memantik diskusi kritis dari kalangan warganet.
Seorang pengguna media sosial dengan akun Al Fatin menyoroti kesamaan pola narasi yang digunakan pihak-pihak tersebut, yang dinilai kerap menggunakan dalil agama untuk membela kebijakan pemerintah.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, Al Fatin mempertanyakan apakah aktivitas tersebut merupakan bagian dari kerja kelompok bayaran atau sekadar pendukung fanatik yang organik.
Ia mengkritik tajam tindakan penggunaan ayat-ayat suci sebagai pembenaran untuk mengabaikan kritik terhadap kondisi kemiskinan yang tengah dihadapi masyarakat.
Sebagai perbandingan, Al Fatin mengutip sejarah kepemimpinan Rasulullah dan sahabat Umar bin Khattab yang justru mengedepankan aksi nyata dibandingkan sekadar retorika.
Melalui unggahannya, Al Fatin menuliskan narasi berikut:
"Saat sahabat Abu Dujanah curhat harus pulang cepat setelah sholat Shubuh dan ga bisa ikut kajian karena takut anaknya bangun dan ngambil kurma-kurma tetangganya yang berjatuhan, karena kelaparan, Rasulullah ga keluarin dalil Allah pasti menjamin rezeki dia. Tapi Rasullullah bergerak. Beliau meminta Abu Bakar untuk membeli pohon kurma itu, agar Abu Dujanah tidak kelaparan lagi."
"Saat Umar Bin Khatab ketemu dengan seorang Ibu yang memasak batu untuk mengelabui anak-anaknya yang lapar, Umar ga keluarin dalil Allah pasti menjamin rezeki dia. Tapi Umar bergerak. .. Dia panggul karung beras dari Baitul Mal, dan diserahkan langsung kepada si Ibu, tanpa embel-embel “Bantuan dari Khalifah Umar” *uhuuk.."
Al Fatin menekankan bahwa penguasa memiliki tanggung jawab penuh atas kondisi ekonomi rakyat, mulai dari lapangan kerja hingga stabilitas harga barang.
Ia menegaskan bahwa segala aspek kehidupan ekonomi masyarakat sangat bergantung pada kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Di akhir narasinya, Al Fatin menolak narasi yang menyatakan bahwa nasib hidup seseorang tidak berkaitan dengan siapa yang menjabat sebagai presiden.(*).
Editor: 91224 R-ID Elok