Berita, Nasional

Kritik Amien Rais: Menteri Sulit Ketemu Prabowo Karena Teddy Atur Akses

Repelita.net

04 May 2026 20:48 WIB • 739 view

Kritik Amien Rais: Menteri Sulit Ketemu Prabowo Karena Teddy Atur Akses
Foto: Istimewa

Repelita Sleman - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan kritik terkait kedekatan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan Presiden Prabowo Subianto dalam agenda Musyawarah Nasional Partai Ummat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (3/5/2026).

Ia menyoroti bahwa seorang menteri sekalipun mengaku kesulitan untuk bisa bertemu langsung dengan Presiden karena aksesnya diatur oleh Teddy.

ADVERTISEMENT

“Saya punya teman menteri yang bilang, mau ketemu presiden kadang tidak bisa karena dibilang belum ada waktu, padahal Pak Prabowo ada,” ucap Amien menirukan keluhan pejabat tersebut.

Menurut Amien kondisi seperti itu sangat tidak wajar dan berpotensi menghambat jalannya pemerintahan secara serius.

"Saya melihat ini Pak Teddy hanya ngulet (menempel) terus. Sampai-sampai yang menentukan tamu siapa, menteri mana yang bisa ketemu Pak Prabowo itu si Teddy ini," katanya.

Amien menilai peran Teddy yang terlalu dominan dalam mengatur akses kepada Presiden perlu segera dievaluasi.

Ia pun menyarankan agar Teddy dipindahkan ke posisi lain yang tidak terlalu dekat dengan Presiden.

“Cukup diberikan posisi lain yang tidak terlalu dekat, sehingga tidak menjadi beban dalam kepemimpinan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Amien juga menegaskan pentingnya menjaga prinsip demokrasi terutama kebebasan berpendapat.

“Demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan menyatakan pendapat tidak dibatasi, tidak diberangus,” ujarnya kepada wartawan usai acara.

Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang sangat wajar dalam sistem demokrasi.

Kritik menurutnya justru menjadi bagian penting dari upaya menjaga arah bangsa.

Sebelumnya pernyataan Amien Rais dalam video yang menyinggung Presiden Prabowo dan Teddy Indra Wijaya sempat menuai polemik nasional.

Pihak Partai Ummat menyebut pernyataan tersebut sebagai bentuk kegelisahan politik yang tidak bisa dibungkam.

Mereka juga mempersilakan pihak yang merasa keberatan untuk menempuh jalur hukum yang tersedia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung