Repelita Jakarta - Polemik dugaan ijazah palsu Joko Widodo kian melebar dan menyeret banyak tokoh nasional mulai dari mantan presiden, wakil presiden, hingga pejabat aktif yang disebut ikut menjadi korban framing dan disinformasi di media sosial .
Isu ini bahkan dinilai semakin agresif dengan melibatkan berbagai nama besar dalam narasi yang belum terverifikasi kebenarannya secara hukum maupun akademik .
ADVERTISEMENT
Nama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono awalnya sempat dituding sebagai dalang di balik isu ijazah palsu Jokowi namun tudingan tersebut dibantah dan disebut sebagai hoaks .
Partai Demokrat bahkan mengambil langkah hukum tegas terhadap penyebar fitnah yang menyeret nama SBY dalam pusaran isu yang tidak jelas pangkalnya .
Selain itu Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri juga ikut terseret dalam narasi yang berkembang di berbagai platform media sosial tanpa dasar bukti yang kuat .
Tak hanya itu Ketua DPR Puan Maharani dan Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono turut disebut dalam berbagai spekulasi liar terkait isu ijazah palsu Jokowi yang semakin meluas .
Di tengah polemik yang panas ini Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla juga ikut menjadi sorotan karena dinarasikan membiayai aksi ijazah Jokowi dengan nilai fantastis mencapai Rp5 miliar .
Tak terima dengan tudingan tak berdasar tersebut JK langsung melaporkan Rismon Sianipar yang menarasikan dirinya sebagai aktor di balik isu ijazah palsu Jokowi .
Baru sehari setelah melaporkan Rismon ke polisi, JK justru diframing melakukan penistaan agama oleh relawan Jokowi yang dikenal sebagai kelompok termul di media sosial .
Saking kesal dan tidak terima dengan tudingan miring tersebut, JK bahkan menggelar konferensi pers khusus untuk meluruskan tudingan penistaan agama terkait ceramahnya di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) .
Mantan Wakil Ketua DPD RI Laode Ida menilai bahwa kemarahan JK dalam momen konferensi pers tersebut merupakan hal yang tidak biasa terjadi .
Selama ini JK dikenal sebagai sosok yang sangat tenang, santun, dan tidak mudah terpancing emosi dalam berkomunikasi dengan publik maupun lawan politiknya .
Laode menilai reaksi emosional JK tersebut menunjukkan adanya tekanan psikologis yang luar biasa akibat tudingan yang dinilai tidak berdasar dan mencoreng nama baiknya .
Ia menyebut tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada JK telah menyentuh aspek martabat pribadi yang paling dalam sehingga memicu respons emosional yang langka .
“Kemarahan itu muncul karena ada penolakan batin terhadap tuduhan yang dianggap tidak benar,” ujar Laode mengomentari ledakan emosi JK yang terekam kamera .
Para pengamat politik menilai polemik ijazah ini telah berkembang sangat jauh dari substansi awal yang seharusnya menjadi perdebatan akademik .
Narasi yang beredar di media sosial tidak hanya menyerang individu tertentu tetapi juga menyeret banyak tokoh nasional lain tanpa dasar bukti yang jelas dan terverifikasi .
Situasi yang semakin tidak terkendali ini dinilai berpotensi merusak kualitas ruang publik dan memperkeruh iklim politik nasional jika tidak segera dikendalikan oleh otoritas terkait .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok