Repelita Jakarta - Dinamika politik tingkat tinggi pasca-pertemuan eksklusif di lingkaran Istana Kepresidenan memicu mencuatnya berbagai informasi rahasia mengenai hubungan antar-elite pemerintahan baru.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan tayangan diskusi kritis yang disiarkan oleh kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Kamis, 15 Oktober 2026, kondisi pengelolaan negara saat ini sedang memasuki fase krusial.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu memaparkan secara gamblang bahwa Presiden Prabowo Subianto sebetulnya merasa tidak nyaman dengan Gibran Rakabuming Raka.
Dalam forum diskusi tersebut, Muhammad Said Didu mengungkapkan rasa keterkejutannya atas keberanian kepala negara ke-8 Republik Indonesia yang mulai berani menyentuh basis kekuatan gurita oligarki baru.
Menurut kesaksian Muhammad Said Didu, Presiden Prabowo Subianto mempresentasikan sendiri rincian kebocoran uang rakyat yang nilainya ditaksir mencapai angka satu triliun dolar akibat praktik culas manipulasi ekspor.
Presiden juga mendeteksi perputaran dana ilegal dari sektor ekspor nikel mentah ke negara Tiongkok serta omzet peredaran judi online yang menyentuh angka 12 miliar dolar.
Menyikapi situasi darurat kebocoran anggaran itu, Muhammad Said Didu menilai posisi Presiden Prabowo Subianto saat ini sudah berada pada titik hidup atau mati demi meloloskan agenda kemandirian bangsa.
Muhammad Said Didu menganalisis bahwa manuver taktis dari beberapa partai politik koalisi seperti PAN dan PKB yang sengaja menginisiasi kerja sama permanen tanpa melibatkan nama Gibran merupakan sinyal kuat.
Lebih lanjut, ia menyebut ketidaknyamanan itu dipertegas oleh bocornya informasi bahwa pergerakan politik Joko Widodo selama masa kontestasi lalu murni dikonsentrasikan untuk memenangkan Partai Solidaritas Indonesia.
Di sisi lain, proses pembersihan aparatur negara dimanifestasikan melalui langkah tegas presiden yang mengultimatum Kepala OJK untuk segera melayangkan surat pengunduran diri dari jabatan formalnya.
Sektor keamanan turut menjadi bahasan penting seiring munculnya rekomendasi mendasar dari Komite Reformasi Polri terkait arah perbaikan kelembagaan serta penunjukan Kapolri Baru.
Muhammad Said Didu menegaskan di hadapan pembawa acara Akbar Faizal bahwa dirinya memilih untuk konsisten berdiri di luar sistem birokrasi pemerintahan sebagai oposan murni terhadap kebijakan yang merugikan masyarakat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok