Berita, Hukum

Kesaksian Ortu Korban Daycare Little Aresha Jogja: Anak Ditemukan Telanjang dan Diikat

Repelita.net

26 April 2026 22:39 WIB • 967 view

Kesaksian Ortu Korban Daycare Little Aresha Jogja:  Anak Ditemukan Telanjang dan Diikat
Foto: Istimewa

Orang Tua Korban Daycare Little AresRepelita Yogyakarta - Kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha yang berlokasi di Umbulharjo Yogyakarta telah memicu kemarahan puluhan orang tua yang berbondong-bondong mendatangi Polresta Yogyakarta pada Sabtu (25/4/2026) untuk menuntut kejelasan hukum .

Kedatangan para wali murid dipicu oleh terungkapnya dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan di fasilitas penitipan tersebut, yang sebelumnya dinilai aman dan profesional .

ADVERTISEMENT

Salah satu orang tua korban bernama Choi tidak mampu menyembunyikan kesedihannya saat menceritakan pengalaman traumatis yang menimpa anaknya yang masih polos .

Ia mengaku baru kurang dari satu bulan mempercayakan anaknya untuk diasuh di daycare tersebut namun harapan akan lingkungan yang aman justru berujung pada kejadian yang sangat mengejutkan dan menyayat hati .

Peristiwa itu terungkap saat Choi hendak menjemput anaknya sepulang kerja pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB .

Saat tiba di lokasi ia mendapati suasana yang tidak biasa karena aparat kepolisian dari Polresta Yogyakarta tengah melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di tempat tersebut .

Di tengah situasi yang kacau itu Choi melihat kondisi anaknya yang membuatnya terpukul dan tidak kuat menahan air mata .

Ia mendapati anaknya terbaring lemah di lantai tanpa mengenakan sehelai pakaian pun dengan tangan dan kaki yang diikat menggunakan kain .

"Itu nggak dikasih baju. Saya lihat kenapa nangis, karena melihat kondisi anak saya tangannya diborgol. Bukan dibedong, tapi diikat," ujar Choi mengutip video TikTok @pandanganjogja pada Minggu (26/4/2026) .

"Belum ada sebulan, tapi udah kayak gitu," sambungnya dengan suara tersendat menahan tangis .

Choi mengaku tidak pernah menyangka bahwa kejadian biadab tersebut bisa terjadi di tempat yang sebelumnya ia anggap aman dan terpercaya .

Ia menilai pemilik daycare selama ini terlihat memiliki sikap yang baik, ramah, dan profesional dalam melayani para orang tua yang menitipkan anaknya .

Meskipun demikian ia mengakui sempat merasakan beberapa kejanggalan selama proses penitipan anak berlangsung dalam beberapa pekan terakhir .

Salah satu kejanggalan yang paling mencolok adalah tidak tersedianya akses kamera pengawas atau CCTV secara langsung bagi para orang tua .

Selain itu pihak daycare juga memberlakukan aturan yang dinilai tidak lazim di mana orang tua diwajibkan memberi pemberitahuan terlebih dahulu sebelum menjemput anak .

Aturan tersebut mewajibkan orang tua mengirim pesan melalui WhatsApp minimal 30 menit hingga satu jam sebelum waktu penjemputan .

"Yang saya curiga itu karena setiap mau menjemput dia itu pokoknya 30 menit atau 1 jam sebelumnya harus di-WA. Jadi misalnya mau OTW jemput itu harus WA dulu setengah jam," jelas Choi mengungkap kejanggalan yang sempat ia rasakan .

Kecurigaan tersebut kini terasa sangat beralasan setelah dugaan praktik kekerasan dan penelantaran terungkap ke publik oleh aparat kepolisian .

Bersama puluhan orang tua korban lainnya Choi berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh tanpa tebang pilih .

Mereka mendesak agar para pelaku yang telah diamankan dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku demi memberikan efek jera dan keadilan bagi para korban .

"Pelaku usut tuntas sampai dia masuk penjara," tegas Choi mengakhiri pernyataan dengan nada penuh amarah dan kekecewaan .

Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat khususnya para orang tua yang kini semakin menyadari pentingnya pengawasan dan transparansi dalam memilih tempat penitipan anak .(*)

Editor: 91224 R-ID Elokha Geruduk Polresta Jogja, Anak Ditemukan Telanjang dan Diikat

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung