Berita, Nasional

Kericuhan Diskusi UGM: PDIP Sebut Kemarahan Mahasiswa adalah Puncak Akumulasi Kekecewaan Terhadap Pemerintah dan Budiman Sudjatmiko

Repelita.net

19 June 2026 01:01 WIB • 780 view

Kericuhan Diskusi UGM: PDIP Sebut Kemarahan Mahasiswa adalah Puncak Akumulasi Kekecewaan Terhadap Pemerintah dan Budiman Sudjatmiko
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menyoroti insiden kericuhan yang membubarkan jalannya diskusi politik bertajuk Kodar Bareng Mas Dar di lingkungan Universitas Gadjah Mada.

Menurutnya, meski secara etika tindakan tersebut dapat disayangkan, ledakan kemarahan mahasiswa di lokasi acara merupakan cerminan dari situasi nasional yang sedang tidak baik-baik saja.

ADVERTISEMENT

"Dalam kondisi normal dan secara etis, kejadian itu patut disayangkan terjadi. Tetapi kalau kita bicara konteks di mana akumulasi kemarahan dan gerakan mahasiswa sedang memuncak, kejadian itu sulit dihindarkan," ujar Deddy, Kamis (18/6/2026).

Deddy menilai pihak penyelenggara kurang bijak dalam memilih waktu dan tempat, sehingga memicu gesekan antara pejabat pemerintah yang hadir dengan peserta diskusi.

"Kesannya seolah menantang dan tak peduli. Seharusnya kegiatan sosialisasi atau propaganda itu dilakukan jauh hari agar pesan tersampaikan. Atau nanti setelah keadaan lebih kondusif untuk menyampaikan respon pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa. Jadi jelas-jelas kegiatan ini sejak awal berpotensi menimbulkan gesekan,” paparnya.

Lebih lanjut, ia memberikan kritik keras terhadap Budiman Sudjatmiko yang hadir sebagai narasumber dalam forum yang berakhir ricuh tersebut.

"Soal Budiman saya kira sudah terang benderang tidak bisa dilihat sebagai aktivis. Dia sudah lama meninggalkan dunia pergerakan itu sejak terjun dalam politik dan selama 12 tahun terakhir di pusat kekuasaan," tegas Deddy.

Ia memandang sosok Budiman saat ini telah mengalami transformasi yang berjarak jauh dari idealisme perjuangan mahasiswa yang dahulu pernah ia geluti.

"Tanya saja sama Budiman, apa yang akan dia lakukan jika dia ada dalam posisi seperti mahasiswa itu di waktu lalu? Dia tidak bisa lagi berpikir romantik dan nostalgik seolah punya deposito abadi sebagai aktivis," tambahnya.

Deddy menilai posisi Budiman saat ini cenderung memanfaatkan citra masa lalu demi kepentingan di lingkaran kekuasaan semata.

"Dia sudah menjadi bagian dari kekuasaan, cenderung menikmati dan telah mengubah cara pikir serta posisinya. Sepertinya dia tidak sadar itu karena posisinya sebagai mantan aktivis adalah satu-satunya nilai tukar yang dia pakai untuk berada di lingkar kekuasaan,” pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung