Repelita Jakarta - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah muncul unggahan di Threads yang menyoroti dugaan banyaknya kasus gangguan kesehatan.
Pada 5 September 2026, akun @lensight.id mengunggah informasi yang menyebut jumlah korban keracunan MBG telah mencapai puluhan ribu kasus.
ADVERTISEMENT
“Angka korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) makin tak terkendali hingga menembus 50 ribu kasus dan terus meluas di 5 provinsi! Ribuan anak sekolah hingga guru bertumbangan akibat mual, muntah, dan diare massal akibat buruknya pengawasan kualitas makanan.”
Unggahan tersebut juga mempertanyakan respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat yang muncul setelah adanya laporan gangguan kesehatan dalam pelaksanaan program tersebut.
“Namun di tengah duka dan kecemasan para orang tua, respons yang keluar dari pemerintah justru terkesan meremehkan.”
Pada unggahan berikutnya, @lensight.id kembali menyoroti pernyataan yang disebut bernada santai ketika membahas kondisi kesehatan yang dikaitkan dengan pelaksanaan MBG.
“Tanggapan bernada santai "Namanya sakit perut, biasa sebetulnya" bak menyiram minyak ke dalam api dan memicu amarah besar publik. Ketika nyawa dan kesehatan puluhan ribu generasi muda dipertaruhkan, akankah pemerintah terus berlindung di balik alibi "sakit perut biasa", atau berani mengevaluasi total sistem tata kelola program ini?”
Unggahan tersebut kemudian mendapat berbagai respons dari pengguna Threads, dengan sebagian komentar menunjukkan kemarahan terhadap pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.
Akun @moelyadi.eko menuliskan komentar singkat yang menyerang kemampuan berpikir Presiden.
“Presiden otaknya didengkul,”
Komentar bernada kasar juga disampaikan akun @4_f_v_1 sebagai bentuk kemarahan terhadap sosok yang menjadi sasaran pembahasan.
“Pengen rasanya di bejek2... Nih orang”
Akun @iaabd_ turut memberikan komentar singkat dengan bahasa kasar.
“jembut wo”
Sementara itu, akun @aisyah_syaifulloh secara langsung mengaitkan kritiknya dengan pernyataan mengenai anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan.
“Presiden tapi pikirannya mampet ga jalan anak anak keracunan di bilang sakit perut biasa”
Komentar lain datang dari akun @alexba778 yang menanggapi dengan ungkapan singkat.
“Sak karepmu, wo.”
Akun @asia.reaves81 juga memberikan komentar yang mempertanyakan kemampuan seseorang dalam memimpin sebuah negara.
“Apa di harapkan suatu negara di pimpin ama orang 10+6= 17”
Rangkaian unggahan tersebut memperlihatkan tingginya perhatian pengguna media sosial terhadap keamanan makanan dan pengelolaan program MBG, terutama ketika muncul laporan mengenai siswa maupun guru yang mengalami gangguan kesehatan.
Namun, angka 50 ribu kasus serta klaim bahwa kejadian tersebut telah tersebar di lima provinsi dalam unggahan @lensight.id merupakan informasi yang disampaikan oleh akun tersebut dan belum dapat diperlakukan sebagai data resmi tanpa verifikasi dari otoritas terkait.
Begitu pula tudingan mengenai buruknya pengawasan makanan serta anggapan bahwa pemerintah meremehkan persoalan merupakan bagian dari kritik yang disampaikan melalui media sosial, sehingga perlu dibedakan dari keterangan resmi mengenai penyebab dan jumlah kasus yang sebenarnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads