Repelita Jakarta - Isu pencopotan jabatan Purbaya secara tidak hormat oleh Rezim Prabowo kini tengah menjadi sorotan tajam dan memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan pengamat politik nasional. Peristiwa pemberhentian mendadak ini memicu pertanyaan besar mengenai alasan di balik keputusan drastis pemerintah terhadap sang menteri.
Informasi mengenai dinamika politik tersebut ditayangkan melalui sebuah unggahan video pada Kamis, 17 September 2026 oleh kanal YouTube UI Watch. Dalam tayangan diskusi tersebut, pengamat politik sekaligus aktivis senior Indra Adil bersama Buyung Ishak mengupas tuntas latar belakang di balik keputusan sepihak rezim penguasa.
ADVERTISEMENT
Buyung Ishak mengungkapkan rasa prihatinnya yang sangat mendalam karena menganggap Purbaya sebagai salah satu menteri dengan kinerja terbaik saat ini. Menurutnya, dari sekian banyak pembantu presiden yang menjabat di kabinet, hanya sedikit sekali figur yang benar-benar bekerja nyata untuk rakyat.
Dampak dari situasi ini dinilai akan memperkeruh kondisi internal pemerintahan yang dianggapnya sudah penuh warisan masalah dari kepemimpinan terdahulu. "yang saya lihat dari 100 menteri yang bekerja itu hanya beberapa menteri dan termasuk beliau salah satunya yang paling top iya gebrakannya top ya walaupun dengan segala kekurangan tapi menurut saya menteri yang terbaik pada saat ini adalah beliau ya karena apa dia berani tegas ngomong apa adanya tidak neko-neko ya," tutur Buyung Ishak.
Indra Adil membeberkan pandangannya bahwa Purbaya sengaja dikorbankan demi mengamankan kepentingan kelompok elit tertentu. Dirinya menyamakan posisi sang menteri layaknya tokoh pewayangan Gatotkaca yang dijadikan tumbal dalam strategi pertempuran besar Baratayuda.
Langkah berani yang selama ini ditunjukkan oleh Purbaya dalam menindak para taipan asing dan koruptor dituding menjadi pemicu utama dirinya disingkirkan. "Purbaya bahkan diberhentikannya pun dengan cara yang tidak terhormat ditelepon sedang siapa tuh yang nelepon tuh ya Prabowo lah siapa lagi atau mungkin ada orang suruhannya tapi atas perdi yang nelepon tapi enggak tahulah itu kan saya tapi yang jelas pasti atas perintah Prabu kan enggak ada yang bisa memberhentikan menteri kecuali presiden presiden," tegas Indra Adil dalam rekaman tersebut.
Lebih lanjut, Indra Adil menjelaskan bahwa posisi Purbaya di dalam jajaran kabinet sangat lemah karena tidak memiliki basis dukungan politik yang kuat. Sang menteri murni bergerak atas dasar data dan fakta, namun justru dikepung oleh kepentingan mafia di berbagai lini birokrasi pemerintahan.
Kondisi ini diprediksi akan membawa arah kepemimpinan nasional ke dalam ketidakpastian hukum dan gejolak sosial yang semakin rumit. "padahal kita tahu Purbaya ini betapa beraninya Heeh menghadapi Taipan menghadapi asing He menghadapi Cina yang meraja lela ya kan perusahaannya enggak ada pajak atau bayar pajak sangat kecil ya kan jadi itu semua yang dilakukan oleh Purbaya dan dia menjadi musuh bersama dari para bandit yang ada bandit yang ada ini maksud gua bukan hanya Taip heeh di militer di polisi di kejaksaan pejabat-pejabat di bea cukai elit politik iya itu semua ngerubutin Purbaya," tambah Indra Adil. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok