Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Chusnul Chotimah melontarkan tanggapan menohok menanggapi langkah kelompok relawan pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang melontarkan tantangan terbuka.
Tantangan tersebut sebelumnya ditujukan kepada pakar hukum tata negara Denny Indrayana agar turut mempermasalahkan keabsahan dokumen pendidikan tokoh-tokoh penting nasional lainnya.
ADVERTISEMENT
Kelompok relawan Gibran mendesak agar penyelidikan serupa juga dilakukan terhadap ijazah milik Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan dari barisan pendukung tersebut langsung memancing reaksi kritis dari berbagai kalangan pengamat serta pegiat dunia maya di tengah memanasnya sengketa konstitusional.
Chusnul Chotimah melalui akun media sosial pribadinya mempertanyakan urgensi serta motif di balik seruan kelompok relawan yang menyeret nama para mantan kepala negara tersebut.
Pegiat media sosial tersebut menilai bahwa langkah menantang pihak luar untuk memperkarakan dokumen figur lain merupakan tindakan yang tidak substansial dan cenderung mengalihkan isu utama.
Kenapa bukan kamu yang lakukan?, ujar Chusnul Chotimah menyindir balik sikap para relawan yang dianggap enggan menghadapi persoalan hukum secara objektif pada hari Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia menilai pendukung seharusnya fokus mendampingi proses pembuktian di Mahkamah Konstitusi secara jernih tanpa harus melempar wacana provokatif ke ruang publik.
Perdebatan mengenai keabsahan administratif dan syarat pencalonan wakil presiden memang terus bergulir tajam di tengah kelanjutan sidang pengujian materi undang-undang pemilu.
Berbagai elemen masyarakat diimbau agar tetap mengedepankan akal sehat serta menghormati seluruh koridor hukum yang sedang bekerja menguji sengketa tersebut hingga tuntas. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok