Berita, Hukum

Kecewa dengan Dokter Tifa, Roy Suryo Mengaku Diadu Domba Kubu Jokowi

Repelita.net

30 March 2026 22:03 WIB • 1,046 view

Kecewa dengan Dokter Tifa, Roy Suryo Mengaku Diadu Domba Kubu Jokowi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pakar telematika Roy Suryo mengungkapkan kekecewaannya terhadap dinamika yang terjadi di tengah kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo, di mana ia mengaku menjadi korban adu domba yang dilakukan oleh pihak-pihak yang disebutnya sebagai pendukung Jokowi.

Roy menyatakan bahwa dirinya merasa kecewa karena isu yang beredar berusaha memecah belah kelompok tersangka yang masih bertahan dalam polemik hukum tersebut, termasuk dengan menyebarkan narasi bahwa Dokter Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa telah berubah sikap.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah kemarin dr Tifa sudah muncul kembali. Memang sempat dikhawatirkan karena diam, tapi akhirnya tetap bersama para lawyer dan tetap kekeh dengan pernyataan awal,” ujar Roy dalam tayangan YouTube Forum Keadilan TV pada Senin (30/3/2026), membantah isu yang menyebut Tifa mengikuti langkah Rismon Sianipar.

Roy mengungkapkan bahwa dirinya menjadi sasaran adu domba melalui berbagai cara, salah satunya dengan penyebaran pesan WhatsApp palsu yang mengatasnamakan dirinya maupun pihak lain untuk menciptakan kesan adanya perpecahan di internal kelompok.

“Penulisan nama saja salah, lokasi pertemuan juga tidak sesuai. Setelah saya telusuri, nomor itu memang dibuat khusus dan baru diaktifkan untuk tujuan ini. Ini jelas siasat licik untuk memecah belah,” tegas Roy.

Ia menuding kelompok yang disebutnya sebagai Ceboker Nusantara menggunakan pola seragam, yaitu memperbesar isu, menggunakan framing bombastis, lalu menyerang secara serempak di berbagai platform tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Roy juga menyoroti narasi lain mengenai dugaan dana Rp50 miliar yang dikaitkan dengan polemik tersebut, yang menurutnya menyeret sejumlah tokoh nasional seperti Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, Luhut Binsar Pandjaitan, Jusuf Kalla, hingga Mahfud MD.

“Ini menurut saya sangat kurang ajar. Nama-nama besar diseret untuk membuat seolah-olah informasi itu valid. Tidak ada video asli, tidak ada pernyataan langsung. Semua hanya narasi,” tegas Roy.

Ia menilai pola penyebaran isu tersebut merupakan upaya sistematis untuk memecah fokus kelompok yang masih bertahan dalam kasus ini, dengan target utama menciptakan kesan bahwa para tersangka mulai goyah dan berpecah belah.

Roy juga mengingatkan publik untuk waspada terhadap potensi eskalasi hoaks yang lebih canggih seperti penggunaan deepfake dan manipulasi berbasis kecerdasan buatan di masa mendatang.

“Publik harus semakin kritis karena bukan tidak mungkin ke depan akan muncul video atau audio palsu yang dibuat seolah-olah berasal dari tokoh tertentu,” kuncinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung