Repelita Bogor - Fenomena polusi lingkungan berupa sebaran debu pekat melanda kawasan pemukiman warga di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akibat adanya kegagalan fungsi operasional pada tangki penyimpanan material pabrik semen.
Paparan serbuk industri tersebut mengotori wilayah Kampung Jampang Batas, Desa Jampang, sehingga merugikan aktivitas harian masyarakat akibat tertutupnya ruang udara oleh material padat.
ADVERTISEMENT
Pihak kepolisian sektor setempat mengonfirmasi bahwa insiden pencemaran udara ini berdampak langsung pada kebersihan puluhan tempat tinggal serta mengganggu kenyamanan lingkungan hidup warga sekitar.
“Kejadian sekitar pukul 09.30 WIB. Sekitar 24 KK, rumahnya menjadi kotor akibat bahan baku semen tersebut,” kata Yulita.
Berdasarkan pemeriksaan intensif di area terdampak, aparat penegak hukum mendeteksi adanya kebocoran teknis pada sistem distribusi bahan baku milik PT Mortar Nasional Indonesia sebagai pemicu utama sebaran partikel abu.
Guna menanggulangi kerusakan lingkungan yang kian meluas, tim gabungan dari unsur kepolisian serta pamong desa langsung mendatangi lokasi kejadian untuk meminta pertanggungjawaban yuridis dari pihak manajemen.
Armada tangki dari dinas pemadam kebakaran juga dikerahkan ke lokasi pemukiman guna melakukan pembersihan sisa serbuk semen yang menempel di atap rumah warga menggunakan semprotan air bertekanan tinggi.
“Untuk saat ini di lokasi sudah berangsur kondusif. Tidak ada korban luka atau jiwa. Pihak dari perusahaan siap bertanggung jawab,” ujarnya.
Kepala Desa Jampang memastikan koordinasi taktis bersama jajaran bintara pembina desa telah berjalan guna mengawal proses sterilisasi sisa limbah bubuk semen di lingkungan warga.
“Kami minta segera dilakukan tindakan pembersihan dan saat ini sudah dilakukan melalui damkar,” kata Wawan.
Otoritas desa mendesak pimpinan korporasi untuk segera membenahi sistem keamanan kerja mereka agar musibah lingkungan serupa tidak kembali berulang sekaligus menuntut kompensasi ganti rugi yang proporsional bagi korban terdampak.
Saat ini, jajaran pengurus rukun tetangga masih melakukan pendataan fisik terhadap tingkat kerusakan bangunan rumah warga sebelum menggelar forum mediasi resmi bersama pihak manajemen pabrik.
“Menurut laporan perusahaan, mereka bertanggung jawab penuh. Besok rencana kami akan ada pertemuan dengan manajemen terkait musibah ini,” ujarnya.
Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor turut memperjelas batasan fungsi operasional personelnya di lapangan yang hanya berfokus pada aspek sterilisasi fasilitas publik pasca-pencemaran.
“Damkar tidak menangani langsung, hanya bantu membersihkan,” kata Yudi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok