Repelita Jakarta - Kapten Kapal Honour 25, Ashari Samadikun (33), mengungkapkan secara rinci detik-detik mencekam ketika kelompok perompak di perairan Somalia membajak kapalnya dan menyandera dirinya beserta 16 anak buah kapal (ABK) lainnya .
Melalui sambungan video call yang dilakukan pada Minggu (26/4/2026), Ashari menceritakan bahwa aksi pembajakan tersebut terjadi pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat di tengah gelapnya samudra .
ADVERTISEMENT
"Sekitar 3 mil mereka lihat-lihati kami dari belakang. Tapi salahnya itu kru tidak ada yang jaga. Pas jam 2, ada boot tiga, di kanan dua, di kiri satu," ujar Ashari .
"Tapi saya fokus yang di kanan karena dua kan," tambahnya menjelaskan konsentrasinya saat itu yang tertuju pada dua perahu motor cepat di sisi kanan kapal .
Tidak lama setelah mendeteksi keberadaan perahu-perahu mencurigakan tersebut, Ashari melihat bahwa para perompak mulai bergerak semakin mendekat sambil dengan sengaja mengacungkan senjata api ke arah kapal .
"Pas lihat pake teropong, saya lihat ada senjatanya. Mati kita," tukas Ashari menggambarkan perasaan putus asa yang langsung menyergapnya saat itu .
Sebagai kapten kapal yang bertanggung jawab atas keselamatan seluruh kru, Ashari berusaha mati-matian mengunci semua akses masuk ke ruang kemudi agar para perompak gagal menjalankan aksi pembajakan .
"Saya turun ke kamarku saya kunci cepat, nda lama menembak. Dia brondong kamarku. Saya voice note mi di kantor, keluarga," Ashari menuturkan dengan suara bergetar mengingat momen mengerikan tersebut .
"Nda lama naikmi, nadobrak semua kudengar, suara pintu terdobrak-dobrak, keluar semua kru, saya suruh panggil semua, jangan ada anu, angkat tangan semua," tambahnya menggambarkan kekacauan saat para perompak berhasil menerobos masuk .
Ketika bos atau pemimpin kelompok perompak itu naik ke geladak kapal, Ashari menceritakan bahwa ia langsung ditodong senjata di bagian kepalanya dengan ancaman akan dieksekusi di tempat .
"Langsung nabilang assalamualaikum, saya bilang I am muslim, don't shoot. Langsung saya bilang waalaikumsalam," beber Ashari mengisahkan dialog pembuka yang menyelamatkan nyawanya .
"Oke-oke dia bilang you muslim? Saya bilang iya Muslim Indonesia. Saya bilang, saya kapten," ucapnya lagi menirukan percakapan dengan pemimpin perompak yang ternyata juga beragama Islam .
Setelah pemimpin rombongan turun dari kapal untuk berkoordinasi, Ashari beserta seluruh kru lainnya kemudian diperhadapkan kepada para anggota perompak lainnya yang tidak kalah mengancam .
"Natodonga lagi nabilang kasih berhenti kapal. Jadi kasih berhenti kapal, saya bilang jangan tembak, saya muslim, kau muslim. Habis itu tenang mi. Dia ambil semua uangku, barangku, dikumpulkan," imbuh Ashari .
Memasuki hari kelima masa penyanderaan yaitu pada Minggu (26/4/2026), Ashari mengatakan bahwa hingga saat ini para perompak belum menyebutkan jumlah uang tebusan yang mereka minta .
Kelompok perompak tersebut tampak bingung menentukan besaran nominal tebusan karena mengingat bahwa mereka dan para sandera adalah sesama muslim yang terikat oleh keyakinan yang sama .
"Belum ada ini tuntutannya, sudah saya bilang berapa kau minta? Saya tanya ini kapal murah, kecil, sudah tua, muatannya juga sedikit, jadi kau jangan berharap atau minta lebih," jelas Ashari menjelaskan diplomasinya kepada para penculik .
"Jadi natanya ma, berapa kira-kira saya minta yah. Saya bilang mana saya tahu, kau lah jangan tanya saya," tandas Ashari menirukan kebingungan para perompak yang justru balik bertanya kepadanya .
Meskipun dalam situasi sandera yang penuh tekanan, Ashari mengaku bersyukur karena para perompak yang seiman tetap memberikan fasilitas ibadah kepada seluruh kru selama masa penahanan .
"Alhamdulilah, dikasih salat ji, dikasih makan. Semua kru tidur di atas, kalau malam najaga iki. Ada tiga orang di kanan, tiga orang di kiri. Di belakang ada lima orang," terang Ashari menggambarkan kondisi terkini .
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (26/4/2026), kapal Honour 25 yang mengangkut muatan minyak dengan rute pelayaran dari Oman menuju Somalia tersebut masih tertahan di perairan oleh kelompok perompak .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok