Berita, Internasional

Kapal tanker Pertamina segera keluar dari Selat Hormuz, di mana posisinya?

Repelita.net

30 March 2026 14:34 WIB • 1,229 view

Kapal tanker Pertamina segera keluar dari Selat Hormuz, di mana posisinya?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa pemerintah Iran telah merespons secara positif permintaan pemerintah Indonesia agar dua kapal tanker milik Pertamina dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan kondisi aman di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan terkait di Iran untuk memastikan keselamatan kedua kapal tanker tersebut selama berada di perairan yang rawan konflik.

ADVERTISEMENT

"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran," ujar Nabyl dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta pada Jumat (27/3/2026) sebagaimana dikutip dari laporan Antara.

Menyusul respons positif dari Teheran tersebut, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah lebih lanjut pada aspek teknis dan operasional untuk memastikan kelancaran pelayaran kedua kapal tanker yang masih berada di kawasan Teluk Persia.

Dua kapal tanker milik Pertamina yang dimaksud adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang saat ini masih berada di perairan Teluk Persia menunggu kepastian jalur pelayaran yang aman untuk melanjutkan perjalanan.

“PIS dan Kementerian Luar Negeri sedang membahas hal teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” kata Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Sabtu (28/3/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun dari situs pelacak kapal vesselfinder.com pada Senin (30/3/2026), kapal tanker Pertamina Pride saat ini tercatat berada di perairan Teluk Persia dengan perkiraan waktu tiba di Indonesia pada 2 April 2026 setelah menyelesaikan proses pengangkutan minyak mentah.

Kapal tanker yang dibuat pada tahun 2021 tersebut berlayar dengan bendera Singapura dan mengangkut muatan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri.

Sementara itu kapal tanker Gamsunoro diketahui terakhir kali berlabuh di Basrah Oil Terminal Anch, Irak pada 29 Maret 2026, dan setelah meninggalkan Irak kapal tersebut berada di Teluk Persia dengan tujuan akhir Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) yang diperkirakan tiba pada 31 Maret 2026.

Kapal tanker berbobot mati 105.638 ton yang dibuat pada tahun 2014 itu berlayar di bawah bendera Panama dan menjadi salah satu armada pengangkut energi strategis milik Pertamina.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pernyataan terbarunya menegaskan bahwa negaranya mengizinkan kapal-kapal dari negara sahabat untuk melintasi Selat Hormuz, sementara kapal-kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara agresor tetap dilarang melewati jalur perairan strategis tersebut.

Negara-negara sahabat yang diberi lampu hijau oleh Teheran untuk melintas antara lain China, Rusia, India, Pakistan, Irak, serta Malaysia, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penerima manfaat dari kebijakan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung