Berita, Timur Tengah

Kapal Tanker China Sempat Tembus Blokade AS di Selat Hormuz, Namun Terpaksa Putar Balik Setelah Peringatan CENTCOM

Repelita.net

15 April 2026 23:19 WIB • 1,096 view

Kapal Tanker China Sempat Tembus Blokade AS di Selat Hormuz, Namun Terpaksa Putar Balik Setelah Peringatan CENTCOM
Foto: Istimewa

Repelita Selat Hormuz - Sebuah kapal tanker asal China bernama Rich Starry sempat berhasil melintasi Selat Hormuz pada Selasa, 14 April 2026, di tengah kebijakan blokade yang diberlakukan Amerika Serikat, namun keesokan harinya kapal tersebut terpaksa berputar balik setelah mendapat peringatan dari armada laut AS.

Berdasarkan data pelacakan dari LSEG, Marine Traffic, dan Kpler, Rich Starry menjadi kapal pertama yang tercatat berhasil keluar dari wilayah Teluk Persia sejak blokade AS dimulai, memicu sindiran pedas dari Kedutaan Besar Iran di Ghana.

ADVERTISEMENT

"Angkatan Laut AS, dengan kapal-kapalnya yang 'besar dan cantik', telah mengeluarkan peringatan berulang kali. Rupanya, kapten kapal tanker meningkatkan keanggotaan premium untuk melewati iklan," tulis kedutaan Iran di media sosial X.

Namun euforia tersebut tidak berlangsung lama karena pada Rabu, 15 April 2026, data LSEG menunjukkan Rich Starry berbalik arah 180 derajat menuju Selat Hormuz dan berlabuh di perairan dekat Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklarifikasi bahwa selama 24 jam pertama tidak ada satu pun kapal yang berhasil melewati blokade AS, dan enam kapal dagang telah diarahkan untuk berputar balik termasuk Rich Starry.

Kapal tanker berukuran menengah yang mengangkut sekitar 250.000 barel metanol dari Pelabuhan Hamriyah di Uni Emirat Arab ini membawa awak kapal yang seluruhnya berkebangsaan China.

Tak hanya Rich Starry, kapal tanker lain bernama Murlikishan yang masuk dalam daftar sanksi AS juga terpantau ikut menuju Selat Hormuz untuk memuat bahan bakar minyak di Irak pada 16 April.

Kapal Murlikishan yang sebelumnya dikenal dengan nama MKA memiliki rekam jejak mengangkut minyak asal Rusia dan Iran, menjadikannya target utama pengawasan blokade AS.

Blokade AS yang bersifat parsial namun agresif memberlakukan aturan bahwa kapal yang berasal dari atau menuju pelabuhan Iran akan dicegat, sementara kapal yang hanya melintas antara pelabuhan non-Iran tidak terkena blokade.

Harga minyak mentah dunia kini melambung di atas 100 dolar AS per barel, meningkat hingga 50 persen sejak konflik pecah pada Februari 2026.

Arab Saudi dilaporkan menekan Trump untuk mengakhiri blokade karena khawatir Iran akan membalas dengan menutup Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah yang akan melumpuhkan ekspor minyak Saudi sendiri.

China bergantung pada minyak Iran yang mencakup sekitar 13 persen impor maritim mereka, sehingga Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China mengecam langkah AS sebagai tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung