Berita, Timur Tengah

Kapal Eropa Pertama Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan

Repelita.net

04 April 2026 23:16 WIB • 1,273 view

Kapal Eropa Pertama Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Dua Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan
Foto: Istimewa

Repelita Selat Hormuz - Sejumlah kapal asing kini sudah bisa melintas di Selat Hormuz pasca penutupan akses yang dilakukan Iran imbas ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel, dengan kapal kontainer milik perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM, dilaporkan berhasil melintas.

Ini merupakan pelayaran pertama yang diumumkan secara publik oleh kapal Eropa sejak Iran memblokade jalur air vital tersebut di tengah konflik yang berkecamuk.

ADVERTISEMENT

Kapal berbendera Malta bernama Cribbi berlayar melalui selat dari barat ke timur pada Kamis sore dan melanjutkan perjalanannya di lepas pantai Oman pada hari Jumat, menurut data dari situs pelacak maritim Marine Traffic.

Kapal tersebut, yang dimiliki oleh perusahaan pelayaran kontainer terbesar ketiga di dunia, melewati sebelah utara Pulau Larak dekat pantai Iran melalui jalur maritim yang kemungkinan besar telah disepakati dengan Garda Revolusi Iran.

Sebelumnya, kapal berbendera Malaysia dan Filipina juga berhasil melintasi Selat Hormuz, dengan pejabat dari kedua negara memastikan kapal mereka dapat melewati jalur tersebut tanpa dikenai biaya tol apapun.

Namun hingga Jumat, 3 April 2026, belum ada kabar terbaru terkait dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di jalur energi global tersebut.

Pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyampaikan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelintasan kapal Indonesia berjalan aman.

Dosen Hubungan Internasional UGM, Muhadi Sugiono, menilai perbedaan perlakuan Iran terhadap kapal Malaysia, Filipina, dan Indonesia sangat menarik untuk dicermati.

Menurut dia, Iran memang mulai membuka akses Selat Hormuz bagi negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik baik setelah sebelumnya menutup jalur tersebut sejak 28 Februari 2026.

“Pada dasarnya penutupan Selat Hormuz dilakukan oleh Iran untuk negara-negara yang dikategorikan sebagai musuh seperti AS dan Israel serta negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran,” kata Muhadi.

Meskipun demikian, Muhadi menegaskan bahwa Indonesia tidak termasuk dalam kategori negara musuh karena Iran memasukkan Indonesia sebagai negara sahabat.

Ia menduga penahanan kapal Indonesia kemungkinan besar terkait dengan protokol keamanan yang ketat di wilayah konflik, bukan karena Indonesia dianggap sebagai musuh.

“Kita harus paham, ini situasi perang. Bukan tidak mungkin protokol keamanan membuat akses kapal Indonesia terhambat,” kata Muhadi.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia perlu meningkatkan diplomasi aktif seperti yang dilakukan oleh Malaysia dan Filipina yang dinilai berhasil mendapatkan izin pelintasan.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya sedang merencanakan operasi damai dengan negara-negara lain untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengawal kapal tanker minyak serta kapal kargo.

"Tidak mungkin menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh Iran melalui pengeboman," kata Macron pada Jumat, 3 April 2026, menurut saluran Prancis BFM.

Macron menilai bahwa pembukaan Selat Hormuz yang sangat penting bagi aliran energi dan perdagangan global tidak bisa dilakukan dengan kekuatan militer karena berisiko tinggi dan dapat memperburuk situasi.

Di sisi lain, Malaysia telah memperoleh jaminan dari Iran bahwa kapal-kapalnya akan diberikan izin untuk melewati Selat Hormuz dengan aman dan tanpa biaya tol.

Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengatakan bahwa Duta Besar Iran untuk Malaysia telah menyebutkan tidak ada pungutan tol yang dikenakan pada kapal-kapal Malaysia karena hubungan diplomatik yang baik antara kedua negara.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga telah mengucapkan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas izin yang diberikan kepada kapal dari negaranya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung