Berita, Viral Sosmed

Kalau suara rakyat selalu dianggap negatif, lalu siapa yang akan menyuarakan keresahan mereka?

Repelita.net

05 September 2026 17:27 WIB • 418 view

Kalau suara rakyat selalu dianggap negatif, lalu siapa yang akan menyuarakan keresahan mereka?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Diskusi mengenai pentingnya menjaga ruang kebebasan berpendapat serta menyikapi kritik masyarakat kembali mencuat di linimasa platform media sosial.

Pesan tersebut dibagikan secara terbuka oleh akun @arifbalikpapan1 pada tanggal 5 September 2026 melalui utas di akun pribadinya.

ADVERTISEMENT

Dalam postingan tersebut, pemilik akun menyoroti sikap pemerintah maupun kelompok tertentu yang kerap memberikan cap buruk terhadap aspirasi kritis warga.

Cuitan itu menuliskan Kalau suara rakyat selalu dianggap negatif, lalu siapa yang akan menyuarakan keresahan mereka?.

Pernyataan tersebut dilanjutkan dengan kalimat Para aktivis Pati bukan lawan yang menegaskan posisi para pegiat sosial di tengah masyarakat.

Keterangan itu menambahkan penegasan bahwa aksi protes yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi bangsa saat ini.

Unggahan itu memuat kalimat Di balik aksi, ada keresahan dan disusul dengan kalimat Di balik kritik, ada kepidulian secara beruntun.

Lebih lanjut, rangkaian cuitan tersebut menjelaskan bahwa keberanian menyuarakan kebenaran didasari oleh keinginan kuat perbaikan tatanan sosial.

Pernyataan itu menegaskan Di balik keberanian bersuara, ada harapan agar keadaan menjadi lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pemilik akun juga mengingatkan agar para pemangku kebijakan tidak terburu-buru memberikan stigma buruk terhadap pihak yang menyampaikan perbedaan pandangan.

Seruan tersebut tertulis dalam kalimat Jangan buru-buru memberi label negatif hanya karena perbedaan pendapat di ruang publik.

Sebagai penutup, utas singkat itu mengingatkan kembali esensi dasar dari sistem pemerintahan yang memberikan ruang bagi keberagaman suara.

Pernyataan terakhir dalam postingan tersebut berbunyi Justru dalam demokrasi, suara yang berbeda perlu didengar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung