Repelita Jakarta - Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu melontarkan respons bernada sindiran tajam terhadap pernyataan kontroversial dari Joko Widodo.
Sindiran tersebut berkaitan dengan klaim eks presiden yang menyebut banyak pihak mulai merasa ketakutan terhadap Partai Solidaritas Indonesia.
ADVERTISEMENT
Melalui unggahan akun media sosial X pribadinya pada hari Minggu tanggal 27 September tahun 2026, Said Didu memberikan perbandingan satir.
Analogi hewan kecil digunakan untuk menggambarkan respons publik terhadap partai politik tempat berhabungnya sang tokoh baru-baru ini.
Seperti halanya kecoa - banyak yang menghindar karena jijik bukan karena takut, tulis Said Didu menanggapi klaim tersebut.
Pernyataan bernada telak itu diungkapkan menyusul klaim yang disampaikan dalam kegiatan konsolidasi partai politik tersebut di Kota Bandung.
Acara Rapat Koordinasi Daerah Dewan Pimpinan Daerah yang dihadiri langsung oleh tokoh tersebut berlangsung di Hotel Grand Pasundan Jalan Peta pada hari Sabtu tanggal 26 September tahun 2026.
Di hadapan para kader dan pengurus, ia sempat meminta agar para simpatisan tidak merasa minder dengan status partai yang masih belia.
Bahkan, ia meyakini bahwa eksistensi kekuatan politik baru itu sudah mulai memicu kekhawatiran dari berbagai kalangan di luar sana.
Karena meskipun PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan, kata Jokowi dalam acara tersebut.
Keyakinan akan pertumbuhan organisasi politik tersebut disampaikannya secara lugas agar kader semakin termotivasi bergerak.
Wong sama partai baru saja kok takut.
Ini partai baru, tapi juga hati-hati.
Meskipun partai baru, hati-hati, ini akan menjadi partai besar, jelasnya memotivasi para pengurus daerah.
Selain menyoroti fenomena ketakutan lawan politik, pengarah partai itu turut menekankan pentingnya efektivitas kerja struktural di tingkat bawah.
Kelengkapan kepengurusan di berbagai tingkatan dinilai tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya pergerakan nyata di tengah masyarakat.
Yang paling penting struktur itu harus hidup, struktur itu harus bekerja.
Percuma strukturnya selesai tapi tidak bekerja dan tidak ada dinamika di bawah.
Struktur itu harus hidup dan bekerja, ujarnya menekankan pentingnya aktivitas organisasi.
Para kader juga diminta agar tidak terlalu mengkhawatirkan aturan ambang batas parlemen yang kerap menjadi diskursus politik nasional.
Fokus utama seluruh elemen partai diarahkan sepenuhnya pada upaya memperkuat basis massa serta mengaktifkan roda organisasi di akar rumput. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok