Berita, Hukum

Jokowi Enggan Turuti Permintaan JK Tunjukkan Ijazah: Kalau Hakim yang Minta, Saya Tunjukkan

Repelita.net

10 April 2026 21:23 WIB • 1,001 view

Jokowi Enggan Turuti Permintaan JK Tunjukkan Ijazah: Kalau Hakim yang Minta, Saya Tunjukkan
Foto: Istimewa

Repelita Solo - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) enggan menuruti permintaan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla untuk menunjukkan ijazah aslinya ke publik secara terbuka.

Jokowi yang ditemui di kediamannya di Solo pada Jumat (10/4/2026) menegaskan bahwa dirinya siap menunjukkan ijazah asli, namun hanya jika diminta secara resmi oleh hakim dalam persidangan.

ADVERTISEMENT

Ia bahkan menegaskan tidak keberatan memperlihatkan seluruh dokumen pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi selama diminta dalam forum hukum yang jelas.

“Kalau diminta hakim menunjukkan ijazah asli saya tunjukkan. Dari SD, SMP, SMA, S1 semua akan saya tunjukkan. Iya forumnya jelas forum hukumnya ada di pengadilan,” ungkapnya kepada awak media.

Jokowi menekankan bahwa pengadilan adalah tempat yang tepat untuk membuktikan kebenaran, bukan di ruang publik yang sarat dengan spekulasi liar.

Ia memilih untuk tidak menanggapi lebih jauh isu yang berkembang dan meminta semua pihak menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada proses hukum.

“Saya tidak ingin berspekulasi. Serahkan semua pada proses hukum yang ada,” jelas mantan presiden tersebut.

Menurutnya, dalam prinsip hukum yang berlaku, pihak yang menuduh lah yang seharusnya membuktikan tuduhannya, bukan sebaliknya.

“Itu juga serahkan pada proses hukum yang ada. Dan memang mestinya yang menuduh yang membuktikan. Bukan saya disuruh menunjukkan. Nanti semua orang bisa menuduh dan suruh menunjukkan buktinya yang dituduh. Kebalik-balik itu,” tuturnya.

Sebelumnya, permintaan Jusuf Kalla agar Jokowi menunjukkan ijazah diucapkan seusai melaporkan ahli digital forensik Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada Kamis (8/4/2026).

Menurut JK, kasus ini sudah tiga tahun meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Jokowi, dan merugikan semua pihak.

"Puluhan miliar uang habis untuk pengacara, apakah itu seperti saya ini waktu saya hilang, dilibatkan," kata JK saat itu.

JK menilai solusi masalah ini sebenarnya cukup sederhana, yakni Jokowi tinggal memperlihatkan ijazahnya saja kepada publik.

"Karena saya yakin, Pak Jokowi yakin punya ijazah asli. Sebenarnya untuk kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli, yakin itu aja," serunya.

JK juga menyoroti adanya perpecahan di masyarakat yang ditimbulkan dari isu ijazah ini selama bertahun-tahun.

"Pro kontra kan, perpecahan, maki-makian di TV itu sifat nasional, kita terganggu dengan cara itu.

"Jadi tinggal saja (diperlihatkan ijazahnya). Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita. Tinggal dikasih liat masyarakat saja selesai," katanya.

Menanggapi laporan JK ke Rismon Sianipar, Jokowi menilai langkah tersebut sebagai hal yang bagus.

"Ya bagus. Diserahkan ke proses hukum itu hal yang bagus, bagus," kata Jokowi di Solo.

Ia tidak ingin berspekulasi mengenai nama-nama yang dikaitkan Rismon dalam tuduhan ijazah palsu.

"Saya tidak ingin berspekulasi. Serahkan semuanya pada proses hukum yang ada," kata dia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Rismon, Jahmada Girsang, memastikan bahwa kliennya tidak pernah menyebutkan nama Jusuf Kalla.

Apa yang beredar saat ini disebutnya merupakan hasil olahan artificial intelligence (AI) atau video rekayasa digital.

"Rismon tidak pernah sebut nama pak JK. video yang beredar itu hoax, AI ya," tuturnya.

Terkait dalih kubu Rismon bahwa video tersebut hasil olahan AI, pengacara JK mengatakan hal itu perlu diuji lebih dahulu oleh pihak berwenang.

"Karena ini kan persoalan trust, persoalan kredibilitas," katanya.

Abdul bersikeras bahwa bukti video yang dimiliki pihaknya patut diduga berasal dari Rismon.

Video itu didapatkan dari video viral yang beredar luas di internet.

"Maksudnya keyakinan kita itu berdasarkan bukti yang sudah kami miliki," tegasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung