Repelita Jakarta - Dinamika perombakan kursi kepemimpinan Kementerian Keuangan memicu gelombang perbincangan hangat di berbagai ruang percakapan media sosial di tanah air.
Berbagai tanggapan kritis bermunculan dari warganet yang menyoroti arah kebijakan fiskal serta kapabilitas figur yang mengemban otoritas pengelolaan keuangan negara.
ADVERTISEMENT
Salah satu sorotan tajam dilontarkan oleh akun @jhonsitorus8 melalui sebuah unggahan pada platform Threads sekitar satu jam yang lalu.
Pemilik akun tersebut menggarisbawahi bahwa posisi bendahara negara memegang peranan vital sebagai cerminan kepercayaan ekonomi makro di tingkat internasional.
Setiap pernyataan publik yang dilontarkan pejabat tinggi dinilai harus dijaga dengan cermat agar tidak memicu gejolak negatif bagi para investor maupun pasar modal.
"Dari dulu saya selalu katakan, Menteri Keuangan adalah wajah keuangan Indonesia. Kalo kebanyakan OMON-OMON ya investor lari, Rupiah Ambruk, IHSG Amblas," tulis akun @jhonsitorus8.
Lebih lanjut, akun tersebut turut mengaitkan situasi ini dengan analisis terdahulu yang pernah disampaikan oleh akademisi Prof Ferry Latuhihin terkait tata kelola fiskal.
"Pada akhirnya prof ferry.latuhihin benar, Purbaya tidak paham keuangan negara. Dia hanya sedang berusaha menyenangkan Presiden saja," lanjut akun @jhonsitorus8.
Komentar lanjutan dari akun yang sama juga menyoroti orientasi kerja pejabat terkait yang dinilai lebih mengutamakan pendekatan personal ketimbang substansi teknis.
"Seharusnya dia jadi diri sendiri, malah nyebokin terus kerjaannya," tambah akun @jhonsitorus8.
Respons lain turut disuarakan oleh akun @yudhiyustira yang menghubungkan beban ekonomi nasional dengan keberlanjutan program-program strategis pemerintah saat ini.
"Selagi MBG+Kopdes jalan terus..malaikat pun bakal ampun ngurus ekonomi Endonesah..🤣," ungkap akun @yudhiyustira.
Akun tersebut kembali memberikan ulasan mendalam melalui unggahan berikutnya mengenai tekanan fiskal yang bersumber dari program prioritas tersebut.
"Gak bisa..namanya bawahan..liat aja ntar pasti sama juga. Yg buat fiskal remuk ya MBG+kopdes..sdh itu saja. Gak mungkin minta presiden ganti kan? Shutdown 2 program itu, dijamin bakalan meroket ekonomi Indonesia. Gimana mau percaya dunia internasional..program yg digembar-gemborkan malah jadi berita internasional keracunan anak2 krena MBG..negara laen lihat Indonesia gak becus ngurus program andalan, apalagi investasi dari luar..😅," tulis akun @yudhiyustira.
Pandangan yang sedikit berbeda diungkapkan oleh akun @ckp_st_nrby yang menilai bahwa alokasi anggaran program makan gratis bukan satu-satunya faktor utama yang menekan postur anggaran.
"Enggak sih, mbg + kopdes cuman 300an triliun, yg bikin fiskal jeblok itu cicilan pokok + bunga hutang yg nilainya 1400 triliun," jelas akun @ckp_st_nrby.
Kritikan bernada tajam juga dialamatkan kepada latar belakang figur yang bersangkutan oleh akun @fgani2010 dalam diskursus tersebut.
"Bener ini kbanyakan bacot dan abs.. yg plg ngeselin adalah anaknya yg penjudi dan sama2 byk bacot," tulis akun @fgani2010.
Sementara itu, spekulasi lain mengenai latar belakang pencopotan jabatan turut diangkat oleh akun @saripuspitaq yang menyinggung kaitan administratif dengan lembaga pengelola investasi.
"Yang saya denger sih lebih karrna dia ngejar danantara bayar 120 t ke kas negara. Sampe media juga chaos. Nah wowo ga suka. Danantara juga menolak bayar.. hayooo... ada apa dengan danantaranya.. fokus gaes ke danantaranya... something fishy is going in," papar akun @saripuspitaq.
Persoalan dilema pembiayaan negara turut disoroti oleh akun @yagami______ dalam menanggapi pilihan sulit pemerintah menghadapi ketegangan anggaran.
"Emg se krisis itu fiskal sekarang, mau gak mau harus cari pemasukan..kcuali pilihan nya hemat APBN (program pemerintah) atau nambah hutang imf/bank dunia.." tulis akun @yagami______.
Akun tersebut melanjutkan pertanyaannya mengenai efektivitas perombakan kabinet terhadap kepastian alokasi anggaran tahun mendatang.
"Iya dengan pergantian figur menkeu ini, apakah akan mengubah arah kebijakan? apakah program prioritas MBG, KDMP berubah? Kalo tidak ya sama APBN 2027 msh dengan anggaran itu, sedangkan harga minyak dunia sudah 100 usd, pertanyaaan kalo APBN tidak dihemat, mau ditambal pake apa?" imbuh akun @yagami______.
Menutup perdebatan publik tersebut, akun @frosma27 memberikan pandangan bahwa masalah mendasar bangsa terletak pada integritas serta pemberantasan korupsi.
"LA hutang, duitnya buat korupsi lagi? Sebetulnya Indonesia tdk kekurangan org pintar. Kurang nya orang jujur kerja bener ga korupsi, fokus mengabdi tanpa pamrih. Nah yg buat kebijakan itu yg buat investor males mau bangun pabrik. Lah gmn tukang palaknya banyak. Bu susi aja di copot gara2 larang kirim benur. Lah mentri sedudahnya malah buat ganti kebijakan lg," tandas akun @frosma27.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads