Berita, Viral Sosmed

Jepang Akhiri Misi Pemadaman Karhutla Kalbar, Tiga Helikopter Chinook Ditarik Usai 13 Hari Operasi

Repelita.net

13 October 2026 23:09 WIB • 111 view

Jepang Akhiri Misi Pemadaman Karhutla Kalbar, Tiga Helikopter Chinook Ditarik Usai 13 Hari Operasi
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Langkah taktis militer luar negeri yang diambil oleh pemerintah asing dalam menanggulangi bencana kabut asap di wilayah regional kini telah resmi diselesaikan.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @ahkarinn pada postingan tertanggal 13 Oktober 2026.

Melalui unggahan di media sosial, ia memaparkan secara terperinci jalannya operasi bantuan pemadaman titik api yang dipusatkan di area Kalimantan Barat.

"Jepang resmi mengakhiri misi pemadaman karhutla di Kalimantan Barat pada 29 September 2026, hanya 13 hari setelah tiga helikopter CH-47 Chinook mereka mulai water bombing di sekitar Pontianak dan Ketapang. Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menyebut keputusan itu diambil setelah pemerintah Indonesia melaporkan api sudah tertahan dan yakin bisa menangani sisanya sendiri." tulis @ahkarinn pada bagian awal unggahannya.

Ia kemudian menguraikan catatan sejarah penting mengenai pengerahan logistik dan personel armada pertahanan udara yang dilibatkan dalam misi kemanusiaan tersebut.

"Padahal ini misi pemadaman luar negeri pertama militer Jepang sepanjang sejarah: kapal JS Kunisaki 8.900 ton berangkat dari Kure 30 Agustus, membawa sekitar 330 personel, terbang lebih dari 40 kali dan menjatuhkan sekitar 220 ton air. Angka yang dipakai BNPB saat itu memang terdengar kecil, dari 527,6 hektare yang terbakar di enam provinsi prioritas, tersisa 96,07 hektare yang masih menyala per 28 September, paling banyak di Kalimantan Tengah dan Selatan." lanjut @ahkarinn di bagian kedua.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti dampak lanjutan dari sebaran asap lintas batas negara yang memicu koordinasi tingkat tinggi antar-pemimpin di kawasan Asia Tenggara.

"Jujur aku sempat lega baca angkanya, sampai ingat 10 hari kemudian kabut asap justru bikin Malaysia menutup sekolah di enam wilayah dan Anwar Ibrahim menelepon Prabowo. Kunisaki sendiri baru meninggalkan Pelabuhan Kijing pada 6 Oktober. Sumber: IDN Times, Bernama-Kyodo, CNBC Indonesia, detik, Suara, The Online Citizen" tambah @ahkarinn di akhir unggahannya.

Catatan evakuasi tim bantuan luar negeri ini langsung memicu reaksi keras serta perdebatan hangat dari kalangan pengguna internet di kolom komentar.

Seorang warganet meluapkan kekesalannya terhadap kebijakan penanganan karhutla yang dianggap kurang maksimal secara mandiri.

"Memang sudah benar Jepang pulang ke negaranya. Biar rakyat Indonesia sengsara semua karena asap kebakaran,,karena pemimpin nya goblok DN tolollll." ketik akun adamdamero dengan penuh emosi.

Komentar bernada skeptis mengenai kemampuan mitigasi bencana oleh instansi terkait juga dilontarkan oleh pengguna media sosial lainnya.

"Ok kita lihat... Kalau masih ga bisa, udah ga guna juga ada pemerinthan..." tulis akun mang_musdesign mengekspresikan keraguannya.

Sorotan tajam mengenai dugaan gengsi birokrasi dalam menerima bantuan internasional turut disuarakan oleh netizen lain di platform digital tersebut.

"Sumpah gengsi aja itu mahh konoha, liatin aja serius kaga nanganin nya !! 😆" sindir akun goesmoen15 dalam tanggapannya.

Tidak ketinggalan, ada pula komentar sinis yang mencurigai adanya motif anggaran di balik penolakan perpanjangan masa operasi bantuan pemadaman udara tersebut.

"KLO di padamin jepang semua.. nanti proyek cucu uangnya ga jalan dong" tulis akun silvius_sil19 menyuarakan pendapatnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung