Berita, Timur Tengah

Jelang Negosiasi dengan AS di Pakistan, Khamenei: Mereka Harus Tanggung Jawab Atas Setiap Tetes Darah yang Tumpah

Repelita.net

10 April 2026 14:54 WIB • 955 view

Jelang Negosiasi dengan AS di Pakistan, Khamenei: Mereka Harus Tanggung Jawab Atas Setiap Tetes Darah yang Tumpah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jelang negosiasi dengan Amerika Serikat yang rencananya digelar di Pakistan, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei muncul dengan pernyataan tegas yang mengguncang suasana diplomatik.

Ia menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat dan Israel harus bertanggung jawab penuh atas setiap tetes darah yang tumpah di wilayah Iran dan Lebanon selama konflik berlangsung.

ADVERTISEMENT

Khamenei menyampaikan bahwa Iran tidak memulai perang, namun akan mempertahankan hak-haknya sebagai negara berdaulat dan siap merespon jika serangan kembali terjadi.

Dalam negosiasi nanti, Iran akan menuntut kompensasi atas kerusakan infrastruktur akibat perang serta pertanggungjawaban atas seluruh korban jiwa.

Ia menegaskan tidak akan membiarkan pihak yang menyerang wilayah Iran lolos dari hukuman tanpa mempertanggungjawabkan setiap nyawa yang melayang.

"Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos dari hukuman. Kami akan menuntut ganti rugi atas semua kerusakan, serta darah para martir dan yang terluka,” tegas Khamenei.

Khamenei juga menyoroti jalur negosiasi yang akan berlangsung di Islamabad dengan menyatakan Iran akan menempuh diplomasi namun tetap dalam posisi siaga penuh.

Terkait Selat Hormuz, ia menyebut jalur pelayaran strategis tersebut akan memasuki fase baru tanpa menjelaskan detail lebih lanjut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi bahwa negosiasi damai akan berlanjut pekan ini usai gencatan senjata dua minggu disepakati.

Iran beranggapan bahwa kesepakatan gencatan senjata mencakup Lebanon, sementara Amerika Serikat dan Israel menegaskan sebaliknya.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut perbedaan ini sebagai kesalahpahaman dalam proses negosiasi yang kompleks.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung