Repelita Jakarta - Dalam sebuah analisis yang beredar, disebutkan bahwa dalam konsep Islam dikenal istilah "mati syahid", sementara dalam tradisi Kristen mungkin lebih dikenal dengan sebutan "mati sebagai martir".
Kedua konsep ini dinilai memiliki esensi yang kurang lebih sama, dimana seseorang rela mempertaruhkan nyawa demi keyakinan dan iman yang dianutnya.
ADVERTISEMENT
Fenomena inilah yang mungkin dilihat oleh Jusuf Kalla sebagai pemicu pusaran konflik antara dua kelompok yang bertikai pada masa lalu di Poso dan Ambon.
Setiap pihak yang terlibat dalam konflik tersebut sama-sama memiliki kesiapan untuk menantang maut bahkan mengorbankan nyawa demi mempertahankan keyakinannya masing-masing.
Melalui pidatonya yang kini menjadi polemik, Jusuf Kalla dinilai sedang berusaha mengingatkan generasi sekarang tentang bahaya laten dari radikalisme dan konflik yang berlatar belakang agama.
Pesan inti dari pidato mantan Wakil Presiden tersebut adalah sebuah peringatan agar sejarah kelam konflik horizontal tidak kembali terulang di masa mendatang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok